Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Iran Ubah Sekolah Putri Korban Serangan AS–Israel di Minab Jadi Museum Peringatan

Bayu Shaputra • Jumat, 13 Maret 2026 | 16:25 WIB

Serangan Israel-AS terhadap sekolah putri di Iran (28/2).
Serangan Israel-AS terhadap sekolah putri di Iran (28/2).

RADARSITUBONDO.ID - Pemerintah Iran mengambil langkah simbolis untuk mengenang para korban serangan udara yang mengguncang wilayah selatan negara itu.

Sebuah sekolah putri di Kota Minab yang hancur akibat serangan pada awal operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel akan diubah menjadi museum peringatan bagi para siswi yang terbunuh.

Wakil Menteri Warisan Budaya dan Pariwisata Iran, Ali Darabi, pada Kamis (12/3) menyatakan kompleks sekolah tersebut akan dijadikan monumen memorial yang bertujuan mengabadikan kenangan para korban.

Pemerintah menilai tempat tersebut memiliki nilai sejarah dan emosional yang besar setelah menjadi salah satu lokasi paling tragis dalam konflik terbaru di kawasan Timur Tengah.

Baca Juga: Meta Lebih Hapus dari 150.000 akun dalam Upaya Pemberantasan Jaringan Penipuan di Asia Tenggara

Sekolah tersebut sebelumnya terkena serangan pada hari pertama operasi militer yang oleh AS dan Israel diberi nama Operasi Epic Fury. Serangan tersebut menyebabkan kehancuran besar pada bangunan sekolah dan menyebabkan banyak siswa yang saat itu berada di dalam kompleks pendidikan tersebut.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengungkapkan bahwa sedikitnya 171 siswi dilaporkan tewas akibat serangan tersebut. Jumlah korban yang sangat besar itu memicu kecaman luas dari berbagai pihak di dalam dan luar negeri.

“Kompleks ini akan menjadi Museum Peringatan Para Martir Siswa untuk melestarikan kenangan mereka,” kata Darabi seperti dikutip portal informasi pemerintah Iran.

Menurutnya, museum tersebut nantinya tidak hanya menjadi tempat mengenang para korban, tetapi juga ruang edukasi bagi generasi mendatang tentang dampak perang terhadap masyarakat sipil.

Baca Juga: Menteri Pigai Menyiapkan Kelas HAM Khusus untuk Jurnalis

Rencana tersebut muncul di tengah meningkatnya tekanan internasional terkait kejadian yang menimpa puluhan anak sekolah itu.

Perserikatan Bangsa-Bangsa telah menyelesaikan penyelidikan independen dan pertanggungjawaban atas serangan yang disebut sebagai salah satu tragedi kemanusiaan yang paling mematikan dalam konflik terbaru di kawasan tersebut.

Sementara itu, laporan investigasi yang dimuat New York Times menyebutkan bahwa sekolah di Minab kemungkinan terkena rudal jelajah Tomahawk yang diluncurkan oleh militer Amerika Serikat. Informasi tersebut memperkuat tudingan Teheran bahwa fasilitas sipil menjadi sasaran dalam operasi militer tersebut.

Pemerintah Iran menilai serangan terhadap sekolah tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap hukum kemanusiaan internasional. Otoritas Iran juga menegaskan bahwa sebagian besar korban merupakan pelajar yang tidak memiliki keterkaitan dengan target militer apa pun.

Konflik yang memicu tragedi tersebut bermula pada 28 Februari lalu ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap berbagai sasaran di Iran. Operasi tersebut mencakup sejumlah wilayah strategis, termasuk ibu kota Teheran.

Serangan itu menyebabkan kerusakan luas pada infrastruktur dan fasilitas sipil. Selain menampilkan ratusan warga, serangan tersebut juga melaporkan mempermalukan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, sebuah peristiwa yang langsung mengguncang stabilitas politik di negara tersebut.

Tak lama setelah serangan itu, Iran melancarkan serangan balasan terhadap sejumlah wilayah Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Aksi saling serang tersebut memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik regional yang dapat menyeret lebih banyak negara ke dalam konfrontasi.

Baca Juga: Tebar Harapan Ramadhan, Kemenag Situbondo Salurkan Zakat Fitrah kepada ratusan Mustahik

Amerika Serikat dan Israel pada awalnya menyatakan bahwa operasi militer tersebut merupakan langkah “pencegahan” untuk menghadapi ancaman yang klaim mereka berasal dari program nuklir Iran.

Namun dalam perkembangan selanjutnya, sejumlah pejabat di kedua negara juga mengindikasikan bahwa tujuan strategi operasi tersebut termasuk mendorong perubahan kepemimpinan di Teheran.

Di tengah ketegangan geopolitik yang terus meningkat, keputusan Iran untuk mengubah sekolah di Minab menjadi museum dianggap sebagai upaya memperkuat narasi nasional mengenai dampak perang terhadap warga sipil.

Pemerintah Iran menilai peringatan tersebut akan menjadi simbol perlawanan sekaligus pengingat bagi dunia tentang tragedi yang menimpa para pelajar di kota kecil di selatan Iran itu.

Editor : Agung Sedana
#iran #Serangan AS Israel #sekolah putri Minab