Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Houthi Yaman Siap Dukung Iran, Abdul-Malik al-Houthi Sebut Serangan ke Teheran sebagai “Perang terhadap Islam”

Bayu Shaputra • Jumat, 13 Maret 2026 - 17:49 WIB

Kelompok Houthi Yaman.
Kelompok Houthi Yaman.

RADARSITUBONDO.ID - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat setelah pemimpin kelompok Houthi di Yaman, Abdul-Malik al-Houthi, menyatakan dukungan penuh terhadap Iran dalam menghadapi serangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam pidato yang disiarkan televisi melalui saluran Al-Masirah TV pada Kamis (12/3).

Dalam pidatonya yang bernada keras tersebut, al-Houthi menegaskan bahwa kelompoknya siap menghadapi berbagai kemungkinan yang muncul dari eskalasi konflik di kawasan.

Ia menyatakan bahwa gerakan Houthi berdiri bersama rakyat Iran dan pemerintah Republik Islam Iran dalam menghadapi apa yang disebutnya sebagai agresi militer yang dipimpin Amerika Serikat dan Israel.

Baca Juga: Perang Iran Picu Lonjakan Harga Minyak, Pesan Eropa Diprediksi Bayar Tambahan Rp3,7 Juta per Tahun

Al-Houthi menyebut serangan terhadap Iran bukan hanya sebagai konflik militer biasa, tetapi sebagai bentuk perang terhadap dunia Islam. Menurutnya, tindakan militer tersebut tidak hanya menargetkan satu negara, melainkan berpotensi menyeret seluruh kawasan Timur Tengah ke dalam konflik yang lebih luas.

Dalam pidatonya, ia menegaskan bahwa kelompok Houthi memandang situasi ini sebagai ancaman terhadap umat Islam secara keseluruhan.

Oleh karena itu, gerakan tersebut menyatakan kesiapan untuk menghadapi perkembangan apa pun dalam konfrontasi yang sedang berlangsung.

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan regional setelah Israel bersama Amerika melancarkan serangan militer gabungan terhadap Iran pada 28 Februari lalu.

Operasi tersebut menandai salah satu eskalasi paling serius dalam kawasan konflik dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga: Meta Lebih Hapus dari 150.000 akun dalam Upaya Pemberantasan Jaringan Penipuan di Asia Tenggara

Otoritas Iran melaporkan bahwa serangan tersebut telah menyebabkan korban jiwa dalam jumlah besar. Hingga kini, sekitar 1.300 orang dilaporkan tewas, sementara lebih dari 10.000 lainnya mengalami luka-luka akibat rangkaian serangan udara dan rudal yang menghantam sejumlah wilayah di negara itu.

Serangan tersebut memicu reaksi keras dari Teheran. Pemerintah Iran kemudian melancarkan serangan balasan menggunakan drone dan rudal yang diarahkan ke berbagai target di wilayah tersebut.

Beberapa sasaran yang disebut menjadi sasaran serangan meliputi wilayah Israel, pangkalan militer di Irak, serta sejumlah negara Teluk yang diketahui menjadi lokasi penempatan aset militer Amerika Serikat.

Situasi ini semakin memperluas kekhawatiran akan potensi konflik regional yang lebih luas. Para pengamat menilai keterlibatan kelompok-kelompok sekutu Iran di kawasan, termasuk Houthi di Yaman, berpotensi membuka front baru dalam konflik yang sudah kompleks.

Kelompok Houthi sendiri selama beberapa tahun terakhir dikenal sebagai salah satu aktor penting dalam dinamika keamanan di Timur Tengah. Gerakan tersebut menguasai sebagian besar wilayah utara Yaman dan memiliki hubungan politik serta militer yang erat dengan Iran.

Dalam beberapa kesempatan sebelumnya, Houthi juga pernah terlibat dalam konfrontasi regional melalui serangan drone dan rudal jarak jauh yang menargetkan fasilitas militer maupun strategi infrastruktur di kawasan.

Baca Juga: BMKG Prediksi Idul Fitri 1447 H Jatuh 21 Maret 2026, Hilal 19 Maret Belum Penuhi Kriteria MABIMS

Pernyataan terbaru Abdul-Malik al-Houthi dinilai menjadi sinyal bahwa konflik antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat berpotensi meluas ke wilayah lain di Timur Tengah.

Jika hal itu terjadi, kawasan tersebut dapat menangani eskalasi konflik yang lebih besar dan berdampak pada stabilitas geopolitik global.

Sejumlah negara dan organisasi internasional kini melancarkan de-eskalasi serta penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi guna mencegah krisis kemanusiaan yang lebih luas di kawasan tersebut.

Hingga kini, situasi di Timur Tengah masih terus berkembang seiring meningkatnya aktivitas militer dan retorika politik dari berbagai pihak yang terlibat.

Editor : Agung Sedana
#Konflik Timur Tengah #Houthi Yaman #iran