Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Amerika Serikat Buru Informasi Pemimpin Baru Iran Mojtaba Khamenei, Hadiah Capai 10 Juta Dollar

Bayu Shaputra • Minggu, 15 Maret 2026 | 16:17 WIB

Presiden Trump diam-diam borong obligasi senilai Rp 5,62 Triliun.
Presiden Trump diam-diam borong obligasi senilai Rp 5,62 Triliun.

RADARSITUBONDO.ID - Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas. Washington secara resmi mengumumkan hadiah hingga US$10 juta atau sekitar Rp169,6 miliar bagi siapa pun yang dapat memberikan informasi mengenai sejumlah pejabat tinggi militer dan intelijen Iran.

Program tersebut diumumkan melalui situs resmi Departemen Luar Negeri Amerika Serikat dan menargetkan tokoh-tokoh kunci yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Langkah itu menjadi bagian dari upaya Washington untuk menekan jaringan keamanan Iran yang selama ini dianggap memainkan peran penting dalam berbagai operasi militer dan intelijen di berbagai belahan dunia.

IRGC sendiri dikenal sebagai pasukan elit Iran yang memiliki loyalitas langsung kepada pemimpin tertinggi negara tersebut dan bertugas menjaga stabilitas pemerintahan ulama Syiah.

Baca Juga: Ngantuk Siang Hari? Power Nap 20 Menit Solusinya

Dalam daftar yang dirilis pemerintah Amerika Serikat, terdapat sepuluh nama pejabat penting Iran. Salah satu yang paling menonjol adalah Mojtaba Khamenei. Ia merupakan pemimpin tertinggi baru Iran yang baru saja menggantikan ayahnya, Ali Khamenei.

Pergantian kepemimpinan tersebut terjadi setelah Ali Khamenei dilaporkan tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu. Serangan tersebut menjadi salah satu peristiwa paling dramatis dalam dinamika politik Timur Tengah dalam beberapa tahun terakhir.

Meski Mojtaba Khamenei telah menyampaikan pernyataan publik pertamanya pada Kamis, 12 Maret, keberadaannya hingga kini masih menjadi misteri.

Pemimpin baru Iran itu belum terlihat muncul di hadapan publik. Sejumlah laporan menyebutkan ia mengalami luka akibat serangan yang diterima ayahnya.

Selain Mojtaba, pemerintah Amerika Serikat juga memburu informasi terkait sejumlah tokoh penting di sektor keamanan Iran. Mereka antara lain Ali Larijani, Menteri Intelijen Esmail Khatib, serta Menteri Dalam Negeri Eskandar Momeni. Beberapa pejabat yang bekerja di kantor pemimpin tertinggi Iran juga masuk dalam daftar tersebut.

Baca Juga: Persib Bandung Punya Peluang Lebarkan Jarak Poin Jika Tumbangkan Borneo FC

Namun perkembangan terbaru justru memunculkan dinamika yang berbeda. Salah satu tokoh yang masuk daftar, Ali Larijani, terlihat muncul di depan publik. Ia menghadiri menghadiri aksi massa di Teheran pada Jumat, 13 Maret.

Dalam rekaman video yang disiarkan kantor berita Reuters, Larijani tampak berdiri bersama Presiden Iran Masoud Pezeshkian serta Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi. Kemunculan itu menjadi sorotan karena bertolak belakang dengan klaim sebelumnya dari pemerintah Amerika Serikat.

Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth sebelumnya menyatakan bahwa kepemimpinan Iran bersembunyi di bawah tanah setelah meningkatnya ketegangan militer di kawasan tersebut. Namun kemunculan beberapa pejabat Iran di ruang publik membuat pernyataan tersebut diteliti sejumlah pengamat.

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menyatakan bahwa individu yang masuk dalam daftar pencarian merupakan tokoh kunci dalam operasi IRGC.

Washington menilai mereka memiliki peran strategis dalam berbagai aktivitas militer maupun operasi intelijen Iran di luar negeri.

Dalam pernyataan resminya, Departemen Luar Negeri menyebut para pejabat tersebut memimpin dan mengarahkan berbagai elemen IRGC. Mereka diduga terlibat dalam perencanaan, pengorganisasian, serta pelaksanaan berbagai aksi yang oleh Amerika Serikat dianggap sebagai kegiatan terorisme internasional.

Laporan Reuters pada Sabtu, 14 Maret, juga mengungkapkan bahwa daftar hadiah tersebut tidak hanya memuat nama pejabat yang sudah dipublikasikan.

Terdapat empat pejabat lain yang ikut masuk daftar, termasuk seorang komandan IRGC dan sekretaris dewan pertahanan Iran. Namun identitas mereka tidak disertai nama maupun foto.

Baca Juga: Two Guns Lerena Kembali Hadapi Merhy, Pertaruhkan Gelar WBC

Langkah Washington ini tidak terlepas dari hubungan panjang yang penuh ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Sejak lama pemerintah AS telah menetapkan IRGC sebagai organisasi teroris asing.

Selain itu, Washington juga menuding Teheran berada di balik rencana pembunuhan terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Tuduhan tersebut dikaitkan dengan upaya balas dendam atas kematian Jenderal Iran Qassem Soleimani pada tahun 2020.

Soleimani merupakan komandan pasukan elit Pasukan Quds di bawah IRGC yang tewas dalam serangan drone Amerika Serikat di Bagdad.

Peristiwa tersebut memicu eskalasi besar antara kedua negara dan hingga kini masih menjadi salah satu titik paling sensitif dalam hubungan diplomatik mereka.

Pemerintah Iran sendiri secara konsisten membantah berbagai tudingan dari Amerika Serikat. Teheran menyebut tuduhan tersebut sebagai serangan politik yang tidak berdasar dan bertujuan melegitimasi kebijakan sanksi terhadap Iran.

Baca Juga: Cek Fakta FIFA Umumkan Indonesia Gantikan Meksiko sebagai Tuan Rumah Piala Dunia 2026

Di tengah situasi geopolitik yang terus memanas, pengumuman hadiah dari Washington diperkirakan akan semakin memperparah ketegangan antara kedua negara.

Banyak pengamat yang menilai langkah tersebut juga menunjukkan meningkatnya persaingan pengaruh di kawasan Timur Tengah.

Sementara itu, keberadaan Mojtaba Khamenei yang masih belum muncul secara terbuka terus menjadi perhatian dunia internasional. Ketidakpastian mengenai kondisi dan aktivitas pemimpin baru Iran itu menambah spekulasi mengenai stabilitas politik internal negara tersebut dalam menghadapi tekanan global yang semakin besar.

Editor : Agung Sedana
#Mojtaba Khamenei #Amerika Serikat #Donald Trump