RADARSITUBONDO.ID - Rumor mengenai kematian Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, kembali memanas di media sosial. Isu yang sebelumnya sempat meredamnya muncul lagi setelah beredarnya sebuah video terbaru yang menampilkan dirinya sedang bersantai di sebuah kedai kopi di Yerusalem.
Alih-alih meredam spekulasi publik, rekaman tersebut justru memicu gelombang teori baru di ruang digital. Sejumlah warganet bahkan menilai video tersebut kemungkinan merupakan hasil rekayasa menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau kecerdasan buatan (AI).
Dalam video yang beredar luas di berbagai platform media sosial, Netanyahu terlihat santai berdiri di sebuah kafe sambil berbicara langsung ke kamera. Ia menanggapi rumor yang menyebut dirinya telah meninggal dunia dengan nada bercanda.
Baca Juga: Ganjil Genap Jakarta Berlaku 16–17 Maret 2026, Ini 28 Akses Gerbang Tol yang Terkena Pembatasan
“Mereka bilang aku apa?” ujar Netanyahu dalam rekaman tersebut. Ia kemudian mengangkat tangannya ke arah kamera sambil menampilkan lima jari sebagai bentuk bantahan terhadap tuduhan sebelumnya yang menyebut video dirinya menampilkan enam jari.
Tuduhan tersebut muncul setelah pidato Netanyahu dalam video lain yang sempat viral di internet. Dalam rekaman itu, sebagian pengguna media sosial menilai terdapat kejanggalan visual di tangan yang dianggap menyerupai kesalahan umum dalam video hasil generasi AI.
Video terbaru itu pada awalnya diperkirakan dibuat untuk menjelaskan berbagai teori konspirasi yang berkembang. Namun bukannya polemik mereda, rekaman tersebut justru melahirkan kontroversi baru yang oleh warganet dijuluki sebagai “Coffeegate”.
Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini 16 Maret 2026 Turun Rp5.000, Kini Rp2.992.000 per Gram
Istilah itu merujuk pada berbagai detail kecil dalam video yang dianggap tidak wajar oleh sebagian pengguna internet. Salah satu yang paling banyak disampaikan adalah cangkir kopi yang dipegang Netanyahu.
Dalam rekaman tersebut, cangkir kopi terlihat penuh hingga mendekati bibir gelas. Namun saat Netanyahu menyeruputnya, cairan di dalamnya tidak tampak tumpah sama sekali. Bagi sebagian warganet, hal itu dianggap sebagai indikasi adanya manipulasi visual.
Selain itu, perhatian publik juga tertuju pada gerakan tangan kiri Netanyahu saat ia memasukkan tangannya ke dalam kantong jaket. Beberapa pengguna media sosial menilai gerakan tersebut terlihat tidak natural, sehingga menimbulkan spekulasi bahwa video tersebut mungkin merupakan hasil rekayasa digital.
Baca Juga: Usai Tumbangkan Villa 3-1, Carrick Puji Respons Pemain
Kontroversi itu dengan cepat menyebar di berbagai platform, termasuk forum diskusi daring dan media sosial. Sebagian pengguna internet menyebut video tersebut sebagai upaya terbaru pemerintah Israel untuk meredam rumor kematian Netanyahu.
Namun ironisnya, bagi kelompok lain, rekaman tersebut justru memperkuat dugaan bahwa teknologi AI mungkin digunakan untuk menciptakan video bantahan tersebut.
Isu mengenai kematian Netanyahu sendiri muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, khususnya konflik antara Israel dan Iran.
Media di Iran bahkan sempat menyiarkan pernyataan dari kelompok Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) yang mengancam akan memburu dan membunuh Netanyahu jika ia masih hidup.
Baca Juga: Persib Bandung Tutup Bulan Ramadhan di Puncak Klasemen Usai Imbang 1-1 Lawan Borneo FC
Ancaman tersebut semakin memicu berbagai spekulasi di media sosial. Sejumlah teori konspirasi bermunculan, termasuk klaim bahwa Netanyahu mungkin telah menjadi target serangan di tengah konflik regional yang melibatkan Israel, Iran, dan Amerika Serikat.
Meski demikian, Kantor Perdana Menteri Israel sebelumnya telah menyatakan bahwa kabar mengenai kematian Netanyahu merupakan informasi palsu.
Pemerintah Israel menyatakan Netanyahu dalam kondisi sehat dan tetap menjalankan tugasnya sebagai kepala pemerintahan.
Baca Juga: Amerika Serikat Buru Informasi Pemimpin Baru Iran Mojtaba Khamenei, Hadiah Capai 10 Juta Dollar
Namun di ruang digital, kejadiannya masih terus berlangsung. Sebagian warganet menganggap video terbaru tersebut sebagai bukti bahwa Netanyahu masih hidup. Sementara kelompok lain justru melihat berbagai kejanggalan dalam rekaman itu sebagai tanda kemungkinan penggunaan teknologi AI.
Kontroversi “Coffeegate” pun menjadi contoh terbaru bagaimana informasi, rumor, dan teknologi kecerdasan buatan kini semakin sulit dihilangkan di era media sosial. Dalam situasi geopolitik yang sensitif, satu rekaman video saja bisa memicu gelombang ekonomi global yang tidak mudah diredam.
Editor : Agung Sedana