RADAR SITUBONDO - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali menyorot salah satu senjata strategis milik Iran, yakni rudal Sejjil. Senjata ini bukan sekadar rudal balistik jarak menengah, tetapi juga memiliki dimensi simbolik, religius, dan strategis dalam doktrin militer Republik Islam Iran.
Sejjil dikenal sebagai salah satu rudal paling canggih yang dikembangkan Iran secara mandiri. Dengan teknologi bahan bakar padat dua tahap serta jangkauan ribuan kilometer, rudal ini menjadi bagian penting dari sistem pertahanan sekaligus strategi pencegah (deterrence) negara tersebut.
Namun di balik kecanggihan teknologinya, nama Sejjil sendiri memiliki akar makna religius yang kuat dalam tradisi Islam.
Apa Itu Rudal Sejjil?
Rudal Sejjil adalah rudal balistik jarak menengah atau Medium Range Ballistic Missile (MRBM) yang dikembangkan oleh Iran melalui Aerospace Industries Organization. Rudal ini pertama kali diuji coba pada tahun 2008 dan menjadi tonggak penting dalam perkembangan teknologi misil Iran.
Berbeda dengan generasi rudal Iran sebelumnya seperti Shahab-3 yang menggunakan bahan bakar cair, Sejjil memakai bahan bakar padat. Teknologi ini membuat rudal dapat diluncurkan lebih cepat karena tidak memerlukan proses pengisian bahan bakar yang lama sebelum peluncuran.
Penggunaan bahan bakar padat juga meningkatkan kesiapan tempur serta mempersulit deteksi dan penghancuran rudal sebelum diluncurkan.
Spesifikasi Rudal Sejjil Iran
Secara teknis, rudal Sejjil memiliki sejumlah karakteristik yang menempatkannya sebagai salah satu sistem senjata jarak jauh utama Iran.
Panjang rudal ini sekitar 18 meter dengan diameter sekitar 1,25 meter. Berat peluncurannya diperkirakan mencapai lebih dari 22 ton.
Rudal ini menggunakan sistem roket dua tahap yang meningkatkan efisiensi dorongan sehingga mampu menjangkau target yang jauh. Jangkauan maksimalnya diperkirakan berada pada kisaran 2.000 hingga 2.500 kilometer.
Dengan jarak tersebut, rudal Sejjil mampu menjangkau berbagai wilayah strategis dari Iran, termasuk Israel, pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk, hingga sebagian wilayah Eropa Timur.
Rudal ini juga mampu membawa hulu ledak dengan berat sekitar 700 hingga 1.000 kilogram. Dalam fase terminal atau fase akhir menuju target, rudal balistik seperti Sejjil dapat mencapai kecepatan sangat tinggi saat memasuki atmosfer.
Keunggulan Teknologi Rudal Sejjil
Ada beberapa faktor yang membuat Sejjil dianggap sebagai salah satu rudal paling maju dalam arsenal Iran.
Pertama adalah penggunaan bahan bakar padat. Sistem ini memungkinkan rudal diluncurkan dalam waktu yang jauh lebih cepat dibandingkan rudal berbahan bakar cair.
Kedua adalah desain dua tahap roket yang memberikan daya dorong lebih efisien, memungkinkan rudal mencapai jarak yang lebih jauh.
Ketiga adalah sistem peluncuran mobile. Sejjil dapat diluncurkan dari kendaraan peluncur bergerak, sehingga posisi peluncuran bisa berpindah-pindah dan lebih sulit dilacak oleh sistem pengintaian musuh.
Asal Usul Nama Sejjil dalam Tradisi Islam
Nama Sejjil bukan sekadar istilah teknis militer. Kata tersebut berasal dari istilah Arab “sijjīl” yang disebut dalam Al-Qur'an, khususnya dalam Surat Al-Fil.
Dalam kisah tersebut diceritakan peristiwa ketika pasukan bergajah yang dipimpin Abrahah dari Yaman hendak menyerang Ka'bah di Mekkah.
Menurut Al-Qur'an, Allah mengirim burung-burung yang melempari pasukan tersebut dengan batu dari tanah yang terbakar.
“Wa arsala 'alaihim ṭairan abābīl”
(Dan Dia mengirimkan kepada mereka burung-burung yang berbondong-bondong)
“Tarmīhim biḥijāratim min sijjīl”
(yang melempari mereka dengan batu dari tanah yang terbakar)
“Faja'alahum ka'aṣfim ma'kūl”
(lalu Dia menjadikan mereka seperti daun yang dimakan ulat)
Peristiwa tersebut diyakini terjadi sekitar tahun kelahiran Nabi Muhammad SAW dan diabadikan dalam Surat Al-Fil sebagai simbol perlindungan Tuhan terhadap Ka'bah.
Dalam literatur Islam klasik, istilah sijjīl sering diartikan sebagai batu keras dari tanah liat yang dibakar dan memiliki daya hancur besar.
Makna Ideologis di Balik Penamaan Rudal
Dalam konteks Iran modern, pemilihan nama Sejjil memiliki makna ideologis yang kuat.
Iran dikenal tidak hanya membangun kekuatan militer, tetapi juga narasi politik yang kerap memadukan unsur sejarah, simbol keagamaan, dan identitas nasional.
Nama Sejjil dipandang sebagai simbol perlawanan terhadap kekuatan militer yang dianggap menekan negara tersebut.
Dalam beberapa parade militer Iran, rudal ini sering ditampilkan bersamaan dengan slogan politik dan simbol-simbol religius. Hal ini menunjukkan bahwa rudal tersebut bukan sekadar perangkat militer, tetapi juga bagian dari komunikasi strategis Iran kepada dunia.
Peran Rudal Sejjil dalam Strategi Militer Iran
Dalam doktrin militer Iran, Sejjil berfungsi sebagai alat pencegah strategis.
Keberadaan rudal dengan jangkauan ribuan kilometer dimaksudkan untuk menciptakan keseimbangan kekuatan di kawasan. Negara yang mempertimbangkan serangan terhadap Iran harus memperhitungkan potensi serangan balasan jarak jauh.
Dengan kemampuan menjangkau berbagai target di Timur Tengah, Sejjil menjadi bagian dari strategi pertahanan berlapis Iran yang menggabungkan rudal balistik, drone militer, serta jaringan sekutu regional.
Penggunaan Operasional Rudal Sejjil
Selama bertahun-tahun, rudal Sejjil lebih sering ditampilkan dalam parade militer atau uji coba dibandingkan penggunaan langsung di medan tempur.
Namun pada Juni 2025, Iran dilaporkan meluncurkan rudal Sejjil dalam rangkaian operasi militer yang dikenal sebagai “True Promise 3”. Operasi tersebut dilakukan sebagai respons atas serangan terhadap fasilitas strategis Iran.
Peristiwa ini menarik perhatian dunia internasional karena menandai penggunaan operasional rudal yang sebelumnya lebih dikenal sebagai simbol kekuatan militer.
Reaksi internasional pun beragam. Beberapa negara mengecam tindakan tersebut, sementara pengamat militer menilai bahwa kemampuan rudal Iran telah berkembang jauh melampaui sekadar retorika politik.
Rudal Sejjil merupakan salah satu simbol penting dari perkembangan teknologi militer Iran. Dengan jangkauan hingga 2.500 kilometer, bahan bakar padat, dan sistem roket dua tahap, rudal ini dirancang untuk memberikan kemampuan serangan jarak jauh yang cepat dan sulit dicegah.
Di sisi lain, nama Sejjil yang diambil dari istilah dalam Al-Qur'an menunjukkan bahwa teknologi militer Iran tidak hanya dibangun atas dasar strategi pertahanan, tetapi juga narasi simbolik dan ideologis yang kuat.
Perpaduan antara teknologi modern dan simbol sejarah tersebut menjadikan Sejjil bukan sekadar rudal balistik, melainkan juga pesan politik dan identitas bagi Iran di panggung geopolitik dunia.
Editor : Agung Sedana