Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Iran Desak Negara Kawasan Cegah AS-Israel Gunakan Pangkalan Militer untuk Serangan

Bayu Shaputra • Senin, 23 Maret 2026 | 15:33 WIB

 

Iran memperingati Amerika Serikat mengenai kegiatan militer di kawasan Karibia.
Iran memperingati Amerika Serikat mengenai kegiatan militer di kawasan Karibia.

 

RADARSITUBONDO.ID - Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali memanas seiring meningkatnya eskalasi konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Pemerintah Iran melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri, Esmaeil Baghaei, secara tegas menegaskan langkah mendesak dari negara-negara di kawasan untuk mencegah penggunaan wilayah dan fasilitas militer mereka sebagai basis serangan terhadap Iran.

Dalam pernyataan resminya pada Kamis (19/3), Baghaei menekankan pentingnya sikap kolektif negara-negara regional guna menghindari keterlibatan langsung maupun tidak langsung dalam konflik yang semakin meluas.

Ia diperingatkan bahwa penggunaan serangan militer oleh pihak ketiga untuk melancarkan agresi dapat memicu konsekuensi serius secara hukum internasional.

Baca Juga: CAF Cabut Gelar Senegal, Maroko Resmi Juara AFCON 2025

Baghaei juga menyoroti pernyataan Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan, dalam forum konsultatif darurat di Riyadh.

Ia menilai pernyataan tersebut sebagai “tidak adil, sepihak, dan tidak konsisten dengan pendekatan yang bertanggung jawab terhadap perkembangan daerah.” Kritik tersebut mencerminkan meningkatnya ketegangan diplomatik di tengah situasi geopolitik yang kian kompleks.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa akar krisis yang saat ini melanda suatu kawasan tidak dapat dipisahkan dari tindakan militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel.

Dalam pernyataannya, Baghaei menyebutkan bahwa "tidak ada pihak yang dapat mengabaikan fakta yang jelas bahwa akar penyebab krisis saat ini di kawasan ini adalah perang yang dipaksakan oleh AS dan rezim Israel."

Baca Juga: Program MBG Libur Saat Idul Fitri 2026, BGN Klaim Efisiensi Capai Rp5 Triliun

Menurutnya, kedua negara tersebut secara aktif menggunakan pangkalan dan fasilitas militer di sejumlah negara untuk merencanakan dan melaksanakan operasi militer terhadap Iran.

Ia menambahkan bahwa aktivitas tersebut tidak hanya memperburuk situasi keamanan regional, tetapi juga berpotensi menyeret negara-negara lain ke dalam konflik terbuka.

Iran, lanjut Baghaei, memiliki hak yang sah untuk membela diri dari setiap bentuk agresi militer. Ia menegaskan bahwa prinsip-prinsip tersebut sejalan dengan hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Dalam konteks ini, ia menekankan bahwa "tidak ada negara yang diizinkan membiarkan wilayah atau fasilitasnya digunakan oleh pihak ketiga untuk melakukan agresi militer terhadap negara lain."

Pernyataan tersebut diperkuat dengan klaim adanya “bukti kredibel” yang menunjukkan penggunaan pangkalan militer berkelanjutan di kawasan untuk mendukung operasi militer terhadap Iran. Oleh karena itu, negara-negara yang menjadi tuan rumah fasilitas militer asing dinilai juga memikul tanggung jawab di mata hukum internasional.

Baghaei bahkan mengeluarkan peringatan keras bahwa pihak-pihak yang terlibat atau membantu agresi militer akan dianggap sebagai bagian dari kejahatan tersebut.

Ia menegaskan bahwa "mereka yang membantu atau berpartisipasi dalam agresi militer AS dan Israel terhadap Iran akan dianggap sebagai pihak yang terlibat dalam kejahatan yang dilakukan."

Di tengah situasi yang semakin memanas, Iran tetap menyatakan komitmennya terhadap prinsip-prinsip hukum internasional. Negara tersebut menekankan pentingnya menjaga hubungan bertetangga yang baik serta menghormati kehormatan dan integritas wilayah masing-masing negara.

Baca Juga: Real Madrid Kalahkan Manchester City, Vinicius Junior Sebut Titik Balik Timnya

Baghaei juga menyampaikan harapannya agar negara-negara di kawasan dapat mengambil sikap yang bijak dan bertanggung jawab. Ia mendorong agar semua pihak menghindari langkah-langkah yang dapat memperdalam perpecahan dan membantu konflik yang sudah berlangsung.

Sementara itu, eskalasi konflik terus berlanjut sejak serangan gabungan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Serangan tersebut dilaporkan telah menewaskan sekitar 1.300 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.

Sebagai tanggapan, Iran melancarkan serangan balasan menggunakan drone dan rudal yang menyasar berbagai wilayah, termasuk Israel, Yordania, Irak, serta sejumlah negara Teluk yang diketahui menampung aset militer Amerika Serikat.

Serangan tersebut menimbulkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta gangguan signifikan terhadap stabilitas pasar global dan jiwa lalu lintas penerbangan internasional.

Situasi ini menunjukkan bahwa konflik tidak hanya berdampak pada keamanan regional, tetapi juga berdampak luas terhadap ekonomi dan stabilitas global.

Hingga kini, belum terlihat tanda-tanda meredanya ketegangan, sementara dunia internasional terus mengikuti perkembangan dengan kekhawatiran yang meningkat.

Editor : Agung Sedana
#Konflik Timur Tengah #as #Israel #iran