Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Pesawat Hercules C-130 Kolombia Jatuh di Amazon, Korban Tewas Capai 34 Orang

Bayu Shaputra • Selasa, 24 Maret 2026 | 16:57 WIB

Puing-puing terbakar di lokasi kecelakaan pesawat militer Kolombia.
Puing-puing terbakar di lokasi kecelakaan pesawat militer Kolombia.

RADARSITUBONDO.ID - Tragedi besar mengguncang Kolombia setelah sebuah pesawat militer jenis Lockheed Martin Hercules C-130 milik Angkatan Udara jatuh beberapa saat setelah lepas landas, menyebabkan sedikitnya 34 orang.

Insiden ini terjadi di wilayah selatan negara tersebut, tepatnya di wilayah terpencil dekat perbatasan dengan Peru, dan langsung memicu respons darurat berskala nasional.

Pesawat yang membawa total 125 orang itu lepas landas dari Puerto Leguízamo, wilayah Amazon yang dikenal sulit dijangkau. Menteri Pertahanan Pedro Sánchez menjelaskan bahwa pesawat tersebut tengah mengangkut personel militer ketika terjadi kecelakaan. Dalam keterangannya, ia memastikan bahwa pesawat dalam kondisi layak terbang sebelum kejadian.

Kepala Angkatan Udara Kolombia, Carlos Fernando Silva, mengungkapkan bahwa di dalam pesawat terdapat 11 awak angkatan udara dan 114 prajurit. Ia menyebutkan bahwa 48 orang berhasil diselamatkan dalam kondisi luka, namun belum memuaskan secara pasti jumlah korban jiwa secara keseluruhan saat proses evakuasi masih berlangsung.

Baca Juga: Kepulauan Solomon Rilis Skuad FIFA Series 2026, Siap Tantang Bulgaria di Jakarta

Sementara itu, Presiden Kolombia Gustavo Petro memberikan pernyataan yang menggambarkan betapa seriusnya situasi tersebut. Ia menyebut kecelakaan itu sebagai “kecelakaan mengerikan yang seharusnya tidak pernah terjadi”.

Dalam pernyataan terpisah, Petro juga mengungkapkan bahwa setidaknya satu korban meninggal telah dikonfirmasi sebelumnya, dengan 77 orang dirawat di rumah sakit dan “43 orang yang statusnya masih belum dipastikan”.

Angka korban kemudian bertambah setelah Gubernur Putumayo, Jhon Gabriel Molina Acosta, menyatakan bahwa 34 kematian telah dikonfirmasi pada awal malam. Meski demikian, pemerintah pusat belum memberikan verifikasi resmi terhadap angka tersebut pada saat yang sama.

Baca Juga: One Way Nasional Arus Balik Lebaran Mulai Berlaku 24 Maret 2026

Situasi darurat semakin memburuk ketika fasilitas kesehatan di wilayah tersebut. Wali Kota Puerto Leguízamo, Emilio Augusto, menyatakan secara terbuka bahwa “kapasitas medis telah diajukan oleh besarnya keadaan darurat”, sementara bantuan mendesak segera dari pemerintah nasional untuk mengevakuasi korban luka ke fasilitas yang lebih memadai.

Militer Kolombia bergerak cepat dengan mengerahkan tujuh pesawat untuk mengangkut korban ke ibu kota, Bogotá. Rekaman video yang dirilis menunjukkan para korban dievakuasi menggunakan tandu, sebagian besar dalam kondisi tidak bergerak, beberapa menggunakan tabung oksigen, dan tubuh mereka diselimuti selimut termal.

Di antara korban, terlihat satu orang yang masih sadar dan mampu berjalan beberapa langkah, memberikan secercah harapan di tengah situasi yang mencekam.

Baca Juga: Persib Bandung Berburu Gelar, Konsistensi Jadi Kunci di 9 Laga Sisa

Gambar-gambar dari lokasi kejadian yang tersebar di media lokal menampilkan kepulan asap hitam tebal membumbung tinggi dari area jatuhnya pesawat. Sejumlah tentara tampak menutup lokasi dengan truk militer, sementara warga sipil juga membantu menyelesaikan api dengan peralatan seadanya.

Dalam pernyataan lanjutannya, Menteri Pertahanan Pedro Sánchez menegaskan bahwa penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan. Ia juga memastikan bahwa kejadian tersebut bukan akibat serangan dari kelompok bersenjata yang selama ini aktif di wilayah Kolombia. “Peristiwa ini sangat menyakitkan bagi negara,” tulisnya. “Kami berharap doa-doa kami dapat membantu meringankan sebagian rasa sakit ini.”

Di sisi lain, Presiden Gustavo Petro menyinggung persoalan lama terkait modernisasi armada militer. Ia mengakui bahwa upaya pembaruan telah lama dilakukan, namun terhambat oleh berbagai kendala administratif.

“Jika para pejabat administrasi sipil atau militer tidak mampu melawan tantangan ini, mereka harus disingkirkan,” tegasnya dalam pernyataan yang dinilai sebagai bentuk antisipasi terhadap kritik publik.

Perhatian terhadap keselamatan pesawat ini juga melibatkan produsen pesawat, Lockheed Martin, yang menyatakan komitmennya untuk membantu proses investigasi. Pesawat Hercules C-130 sendiri merupakan model legendaris yang pertama kali diluncurkan pada era 1950-an dan telah lama digunakan oleh berbagai negara, termasuk Kolombia sejak akhir 1960-an.

Baca Juga: Nico O'Reilly Cetak Brace, Manchester City Raih Gelar ke-9 Carabao Cup

Dalam beberapa tahun terakhir, Kolombia telah melakukan modernisasi terhadap armada C-130 dengan menerima unit tambahan dari Amerika Serikat melalui program transfer peralatan militer. Pesawat jenis ini sering digunakan dalam operasi militer di wilayah konflik internal yang telah berlangsung selama lebih dari enam dekade.

Tragedi ini kembali menyoroti risiko tinggi dalam penggunaan pesawat militer tua di kawasan dengan medan ekstrem seperti hutan Amazon. Sebelumnya, kecelakaan serupa juga terjadi di negara tetangga, ketika pesawat Hercules milik Bolivia jatuh di kawasan padat penduduk dan menewaskan lebih dari 20 orang.

Kini, duka mendalami Kolombia. Selain proses evakuasi dan perawatan korban yang masih berlangsung, tekanan publik untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan semakin meningkat, seiring tuntutan agar tragedi serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.

Editor : Agung Sedana
#pesawat jatuh Kolombia #Hercules C130