Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Bos OnlyFans Leonid Radvinsky Wafat karena Kanker, Ini Jejak Bisnisnya

Bayu Shaputra • Rabu, 25 Maret 2026 | 09:20 WIB

Bos platfrom OnlyFans, Leonid Radvinsky.
Bos platfrom OnlyFans, Leonid Radvinsky.

RADARSITUBONDO.ID - Kabar duka datang dari industri digital global. Leonid Radvinsky, sosok di balik kesuksesan platform OnlyFans, dilaporkan meninggal dunia pada usia 43 tahun setelah berjuang melawan kanker dalam waktu yang panjang.

Pengumuman resmi disampaikan perusahaan pada Senin waktu setempat. Dalam pernyataannya, pihak perusahaan menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas hilangnya tokoh penting tersebut.

"Kami sangat sedih atas pengumuman kematian Leo Radvinsky. Leo meninggal dunia dengan tenang setelah berjuang melawan kanker dalam waktu yang lama," ujar juru bicara perusahaan. “Keluarganya meminta privasi pada saat yang sulit ini.”

Baca Juga: Kepulauan Solomon Rilis Skuad FIFA Series 2026, Siap Tantang Bulgaria di Jakarta

Radvinsky dikenal sebagai miliarder berdarah Ukraina-Amerika yang memiliki kekayaan mencapai sekitar 3,8 miliar dolar AS per Mei 2025. Ia menjadi figur sentral setelah mengakuisisi Fenix ​​International Limited pada tahun 2018. Sejak saat itu, ia memegang kendali sebagai direktur sekaligus pemegang saham mayoritas.

Lahir di Odesa dan besar di Chicago, Radvinsky menempuh pendidikan ekonomi di Northwestern University. Jejak bisnisnya sudah dimulai sejak usia muda, bahkan dikabarkan telah mengelola situs berbasis konten dewasa sejak remaja.

Dalam beberapa bulan terakhir sebelum wafat, Radvinsky tengah menjadi sorotan terkait rencana penjualan sebagian besar sahamnya. Ia disebut terlibat dalam pembicaraan untuk melepas 60 persen kepemilikan di OnlyFans dengan valuasi perusahaan yang mencapai sekitar 8 miliar dolar AS. Langkah strategi lain juga telah diambil dengan memindahkan kepemilikan sahamnya ke dalam sebuah perwalian pada tahun 2024.

Baca Juga: One Way Nasional Arus Balik Lebaran Mulai Berlaku 24 Maret 2026

OnlyFans sendiri berdiri pada tahun 2016 dan berkembang pesat sebagai platform berbasis langganan. Layanan ini memungkinkan kreator, termasuk pekerja industri dewasa, memperoleh penghasilan dari konten yang mereka unggah. Model bisnisnya memberikan porsi 80 persen kepada kreator, sementara perusahaan mengambil 20 persen dari setiap transaksi.

Popularitas OnlyFans melonjak drastis saat pandemi global, ketika banyak orang mencari alternatif penghasilan secara berani. Platform ini kemudian tidak hanya diisi oleh kreator konten dewasa, tetapi juga merambah ke berbagai bidang lain seperti kebugaran, fotografi, hingga tata rias. Bahkan, sejumlah atlet Olimpiade dan profesi lainnya turut memanfaatkan platform tersebut untuk menambah pendapatan.

Baca Juga: Persib Bandung Berburu Gelar, Konsistensi Jadi Kunci di 9 Laga Sisa

Perusahaan yang berbasis di Inggris itu kerap menegaskan misinya dalam memberdayakan kreator, terutama perempuan, dengan menyediakan ruang yang dianggap aman untuk berbagi konten, termasuk yang bersifat eksplisit. Namun, citra tersebut tidak lepas dari kontroversi.

Upaya diversifikasi pernah dilakukan pada tahun 2021 ketika OnlyFans mengumumkan rencana seksual pelarangan konten eksplisit. Kebijakan tersebut menuai reaksi keras dari komunitas pencipta hingga akhirnya dibatalkan dalam waktu singkat.

Selain itu, berbagai laporan investigasi juga sempat menyebutkan. Pada tahun 2024, muncul tudingan terkait praktik eksploitasi terhadap sejumlah perempuan yang diklaim menghasilkan konten demi keuntungan finansial melalui platform tersebut.

Editor : Agung Sedana
#Leonid Radvinsky #OnlyFans