Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Presiden Jerman Sebut Serangan ke Iran Kesalahan Politik Fatal, Soroti Perpecahan Barat

Bayu Shaputra • Kamis, 26 Maret 2026 | 10:04 WIB

Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier.
Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier.

RADARSITUBONDO.ID - Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier melontarkan kritik tajam terhadap serangan militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel ke Iran.

Dalam pernyataannya pada Selasa (24/3), Steinmeier menegaskan bahwa langkah militer tersebut merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional sekaligus kesalahan politik yang fatal.

Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri acara peringatan 75 tahun pembentukan kembali Kementerian Luar Negeri Jerman. Dalam forum tersebut, Steinmeier menekankan bahwa konflik senjata tersebut sejatinya dapat dihindari.

Ia menilai, jika tujuan utama adalah mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir, maka pendekatan militer bukanlah jalan yang diperlukan.

“Hukum internasional tetap menjadi kerangka peraturan, pedoman, dan sumber legitimasi bagi Jerman dan Eropa,” ujar Steinmeier. Ia menambahkan bahwa tanpa keberadaan hukum dan aturan yang jelas, Eropa akan kehilangan arah, mengingat Uni Eropa dibangun di atas fondasi tersebut.

Baca Juga: Jadwal Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Era John Herdman Dimulai

Dalam pidatonya, Steinmeier juga memperburuk hubungan transatlantik. Ia menyoroti perpecahan mendalam yang muncul sejak dimulainya masa jabatan kedua Presiden AS Donald Trump. Ketegangan tersebut, menurutnya, berdampak signifikan terhadap stabilitas kerja sama antara Eropa dan Amerika Serikat.

Situasi ini mendorong Jerman dan negara-negara Eropa lainnya untuk mulai mengurangi ketergantungan terhadap pihak luar, terutama dalam sektor keamanan dan teknologi. Steinmeier menilai ketergantungan tersebut berpotensi menimbulkan kerentanan strategi di masa depan.

Baca Juga: FIFA Gandeng YouTube, 10 Menit Awal Piala Dunia 2026 Bisa Ditonton Gratis

Ia menegaskan bahwa upaya untuk mewujudkan kedaulatan Eropa di bidang pertahanan dan teknologi bukanlah pekerjaan jangka pendek. “Mewujudkan kedaulatan Eropa di bidang pertahanan dan teknologi adalah sebuah proyek yang akan memakan waktu beberapa generasi untuk diselesaikan,” katanya.

Meski begitu, Steinmeier mengingatkan bahwa besarnya tantangan tersebut tidak dapat dijadikan alasan untuk terus mencatat langkah-langkah konkret. Ia mendorong agar Eropa segera mengambil inisiatif strategi guna memperkuat posisi dan kemandiriannya di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.

Editor : Agung Sedana
#Presiden Jerman #Konflik Timur Tengah #iran #Frank Walter Steinmeier