RADARSITUBONDO.ID - Kebijakan baru dikeluarkan pemerintah Arab Saudi untuk merespons situasi regional yang berdampak langsung pada mobilitas pengunjung asing. Kementerian Dalam Negeri setempat mengumumkan perpanjangan masa berlaku sejumlah jenis visa yang terdampak gangguan penerbangan di kawasan Timur Tengah.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada 25 Maret 2026, disebutkan bahwa perpanjangan ini berlaku hingga 18 April 2026. Kebijakan tersebut mencakup visa kunjungan, visa Umrah, visa transit, serta izin keluar akhir yang masa berlakunya habis pada atau setelah 25 Februari 2026.
Langkah ini diambil setelah meningkatnya gangguan perjalanan udara akibat ketegangan regional yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Kondisi tersebut memicu pembatasan ruang udara di sejumlah wilayah, sehingga berdampak pada jadwal penerbangan internasional.
Pemerintah Saudi memberikan dua opsi bagi pemegang visa yang memenuhi kriteria. Pertama, pengunjung dapat langsung menuju titik keberangkatan internasional tanpa dikenakan biaya tambahan maupun penalti administratif. Proses keberangkatan disebut dapat diselesaikan di lokasi tanpa persyaratan tambahan.
Opsi kedua adalah perpanjangan masa tinggal. Pengajuan perpanjangan dapat dilakukan melalui platform Absher dengan membayar biaya sesuai ketentuan yang berlaku. Tenggat waktu untuk memanfaatkan fasilitas ini juga ditetapkan hingga 18 April 2026.
Otoritas Saudi menegaskan bahwa pengunjung yang telah memiliki tiket perjalanan terkonfirmasi disarankan segera meninggalkan wilayah tersebut tanpa penundaan. Sementara itu, mereka yang tidak menyelesaikan status visa hingga batas waktu yang ditentukan berisiko menghadapi konsekuensi hukum berupa denda hingga larangan masuk di masa mendatang.
Baca Juga: Dampak Siklon Tropis Narelle Mulai Terasa, Hujan Lebat Ancam Jawa hingga NTT
Kebijakan ini dinilai sebagai bagian dari pendekatan kemanusiaan pemerintah dalam menghadapi situasi di luar kendali para pengunjung. Sejumlah negara di kawasan Teluk juga mengambil langkah serupa guna memberikan kelonggaran kepada wisatawan yang terdampak kondisi regional.
Gangguan penerbangan yang terjadi di Timur Tengah diketahui telah mempengaruhi ribuan penumpang dari berbagai negara. Maskapai penerbangan terpaksa melakukan pembatalan maupun pengalihan rute akibat pembatasan ruang udara, yang berujung pada perpanjangan waktu perjalanan serta peningkatan biaya operasional.
Pemerintah Saudi mengimbau seluruh pemegang visa yang termasuk dalam kategori kebijakan ini untuk segera mengambil langkah yang diperlukan guna menormalkan status keimigrasian mereka. Informasi lanjutan dapat diakses melalui kanal resmi pemerintah maupun platform layanan digital yang telah disediakan.
Editor : Bayu Shaputra