RADARSITUBONDO.ID - Peristiwa kebakaran bus yang mengangkut jamaah umrah asal Indonesia di Arab Saudi menjadi perhatian serius Kementerian Haji dan Umrah.
Insiden yang terjadi dalam perjalanan menuju Madinah itu mendorong pemerintah melalui Kantor Urusan Haji untuk segera berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan hak-hak jamaah tetap terpenuhi.
Staf Teknis Haji Kantor Urusan Haji, M. Ilham Effendy, menegaskan bahwa komunikasi intensif tengah dilakukan dengan pihak muassasah sebagai penyedia layanan di Arab Saudi.
Fokus utama saat ini adalah memastikan jamaah memperoleh kompensasi yang layak atas kerugian yang dialami. “Kami sedang berkomunikasi dengan pihak muassasah agar jamaah mendapatkan kompensasi yang layak, mengingat seluruh barang bawaan mereka ikut terbakar dalam kejadian ini,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu (28/3).
Baca Juga: Timnas Indonesia Menang 4-0, Erick Thohir: Perjuangan Belum Selesai
Meski kejadian tersebut sempat menimbulkan kepanikan, seluruh jamaah yang berjumlah 24 orang dipastikan selamat. Proses evakuasi berlangsung cepat setelah pengemudi bus mengambil langkah sigap dengan menghentikan kendaraan saat terdeteksi adanya gangguan teknis yang berpotensi membahayakan. Tindakan cepat ini dinilai menjadi faktor penting yang mencegah jatuhnya korban jiwa.
Insiden kebakaran terjadi ketika bus melaju sekitar 50 kilometer sebelum memasuki Kota Madinah, tepatnya setelah melewati pos pemeriksaan terakhir dari arah Mekkah pada Kamis (26/3) waktu setempat.
Api dengan cepat melalap kendaraan hingga menghanguskan seluruh barang bawaan jamaah, namun seluruh penumpang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Baca Juga: Juwono Sudarsono Meninggal Dunia, Eks Menhan Era Gus Dur dan SBY Tutup Usia
Pasca kejadian, pihak penyelenggara layanan segera menyediakan bus pengganti agar perjalanan jamaah tetap dapat dilanjutkan. Kantor Urusan Haji memastikan bahwa seluruh jamaah kini telah tiba di Madinah dalam kondisi stabil dan terus mendapatkan pendampingan.
Koordinasi lintas pihak juga terus diperkuat untuk memastikan kebutuhan dasar jamaah terpenuhi, termasuk akomodasi dan perlengkapan yang hilang akibat kebakaran. Pemerintah Indonesia melalui perwakilannya di Arab Saudi menegaskan komitmen untuk mengawal proses penanganan hingga tuntas.
Editor : Bayu Shaputra