Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Konflik Timur Tengah Picu Lonjakan Energi, PM Spanyol Soroti Risiko Pangan Dunia

Bayu Shaputra • 2026-03-30 12:00:16
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez. (ANTARA)
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez. (ANTARA)

 

RADARSITUBONDO.ID - Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, memperingatkan potensi krisis pangan global sebagai dampak lanjutan dari konflik yang terus memanas di kawasan Timur Tengah.

Peringatan itu disampaikan dalam surat kepada anggota Partai Pekerja Sosialis Spanyol (PSOE) pada Ahad (29/3), di tengah meningkatnya tekanan terhadap ekonomi dunia.

Dalam surat tersebut, Sanchez menggambarkan situasi yang berkembang selama sebulan terakhir sebagai kondisi yang mengkhawatirkan. “Kita telah hidup dalam perang terbuka di Timur Tengah selama sebulan: lebih dari 2.000 orang tewas, empat juta orang terpaksa mengungsi, rantai pasokan terganggu, harga minyak dan gas meningkat tajam, serta krisis pangan membayangi,” katanya.

Baca Juga: Start Posisi 4, Veda Ega Pratama Gagal Selesaikan Balapan Moto3 Amerika 2026

Ia menegaskan bahwa lonjakan harga energi yang terjadi belakangan ini tidak hanya berdampak pada sektor industri, tetapi juga merembet ke kebutuhan dasar masyarakat global. Gangguan rantai pasokan disebut menjadi faktor utama yang memperburuk kondisi pasar internasional, terutama dalam distribusi bahan pangan dan energi.

Sejak awal, pemerintah Spanyol mengambil posisi menolak konflik tersebut. Sanchez kembali menekankan pentingnya penghentian perang sesegera mungkin, sekaligus perlunya perlindungan terhadap masyarakat dari dampak ekonomi yang semakin terasa.

Menurutnya, situasi ini tidak hanya menjadi persoalan regional, melainkan telah berkembang menjadi ancaman global.

Kondisi pasar energi dunia semakin tertekan sepanjang Maret, seiring meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Harga energi tercatat mengalami lonjakan signifikan, dipicu oleh ketidakpastian pasokan dan meningkatnya risiko geopolitik di kawasan tersebut.

Baca Juga: Herdman Bela Sananta, Samakan Perannya dengan Olivier Giroud

Salah satu faktor krusial adalah terganggunya lalu lintas di Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi penghubung utama distribusi energi dari negara-negara Teluk Persia ke berbagai belahan dunia.

Aktivitas di jalur ini dilaporkan hampir terhenti setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, yang hingga kini telah menyebabkan lebih dari 1.340 korban jiwa.

Selat Hormuz memiliki peran vital dalam perdagangan energi global, dengan kontribusi sekitar 20 persen terhadap distribusi minyak dan gas alam cair dunia. Gangguan di jalur tersebut secara langsung berdampak pada stabilitas harga energi internasional, yang kemudian memicu tekanan berantai pada sektor lain, termasuk pangan.

Sanchez menilai kondisi ini sebagai peringatan serius bagi komunitas internasional untuk segera mengambil langkah konkret. Ia menegaskan bahwa tanpa upaya kolektif untuk meredakan konflik, dampak ekonomi yang lebih luas, termasuk krisis pangan, akan semakin sulit dihindari.

Editor : Bayu Shaputra
#Pedro Sanchez #Krisis pangan gloal #PM Spanyol #Konflik Timur Tengah