Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Israel Tegaskan Belum Tentu Terlibat dalam Kematian Prajurit TNI di Lebanon

Bayu Shaputra • Selasa, 31 Maret 2026 | 16:00 WIB
Praka Farizal Rhomadhon, korban serangan Israel di Lebanon. (Instagram/farizalrmdn17)
Praka Farizal Rhomadhon, korban serangan Israel di Lebanon. (Instagram/farizalrmdn17)

 

RADARSITUBONDO.ID - Israel akhirnya buka suara terkait gugurnya tiga prajurit TNI yang tergabung dalam misi penjaga perdamaian UNIFIL di Lebanon selatan. Dalam pernyataan resmi yang dirilis Senin (30/3/2026), pihak militer menyebut tengah melakukan penyelidikan terhadap dua insiden berbeda yang menewaskan prajurit Indonesia tersebut.

Pernyataan yang dipublikasikan melalui kanal resmi itu menegaskan bahwa investigasi dilakukan untuk memastikan penyebab pasti dari dua kejadian tersebut. Militer Israel menyiratkan bahwa gugurnya prajurit TNI tidak serta-merta dapat dikaitkan langsung dengan operasi mereka di lapangan.

“Insiden-insiden ini sedang ditinjau secara menyeluruh untuk memperjelas situasinya dan menentukan apakah akibat aktivitas Hizbullah atau aktivitas IDF (Israel Defense Forces)," demikian pernyataan resmi tersebut.

Baca Juga: Daftar Tanggal Merah April 2026, Ada Long Weekend di Awal Bulan

Lebih lanjut, militer Israel menekankan bahwa lokasi kejadian berada di kawasan dengan intensitas konflik tinggi. Wilayah tersebut disebut sebagai zona pertempuran aktif, di mana pasukan Israel tengah melaksanakan operasi terhadap kelompok Hizbullah yang didukung Iran.

“Oleh karena itu, tidak dapat langsung diasumsikan bahwa insiden yang menimpa pasukan UNIFIL disebabkan oleh IDF,” lanjut pernyataan tersebut.

Sementara itu, kronologi kejadian yang disampaikan pihak UNIFIL menunjukkan bahwa dua insiden terjadi dalam waktu berdekatan namun dengan karakteristik berbeda. Dalam peristiwa pertama, dua prajurit TNI dilaporkan tewas akibat ledakan dari sumber yang belum diketahui.

Ledakan tersebut menghancurkan kendaraan yang mereka gunakan di dekat wilayah Bani Hayyan, Lebanon selatan. Dalam insiden yang sama, dua prajurit lainnya mengalami luka-luka.

Baca Juga: Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Bulgaria di Final FIFA Series 2026

Insiden kedua terjadi sehari sebelumnya, Minggu (29/3/2026), ketika sebuah proyektil meledak di dekat posisi UNIFIL di kawasan Adchital-Qusayr. Ledakan tersebut menyebabkan satu prajurit Indonesia gugur, sementara satu lainnya mengalami luka kritis.

Juru bicara UNIFIL, Kandice Ardiel, menegaskan bahwa kedua kejadian itu diperlakukan sebagai insiden terpisah dalam proses investigasi internal. “Ini merupakan dua insiden berbeda dan kami menanganinya sebagai dua insiden terpisah,” ujarnya.

Kematian prajurit pada Minggu menjadi sorotan karena merupakan korban pertama dari pasukan penjaga perdamaian PBB sejak meningkatnya konflik baru antara Israel dan Hizbullah yang pecah pada 2 Maret 2026. Eskalasi tersebut memperburuk situasi keamanan di Lebanon selatan yang selama ini menjadi wilayah operasi UNIFIL.

Di sisi lain, media Israel juga telah berupaya mengonfirmasi insiden tersebut kepada pihak militer. Respons yang diberikan tetap konsisten, yakni menyatakan bahwa penyelidikan sedang berlangsung.

Dalam laporan berjudul “Indonesian peacekeeper killed in Lebanon explosion, 2nd critically injured”, disebutkan bahwa militer Israel belum dapat memastikan penyebab pasti ledakan.

Sebelumnya, Kepala Misi Pemeliharaan Perdamaian PBB, Jean-Pierre Lacroix, memastikan bahwa dua korban tewas dalam insiden pada Senin merupakan warga negara Indonesia. Dengan demikian, total tiga prajurit TNI gugur dalam kurun waktu 24 jam di wilayah konflik tersebut.

Editor : Bayu Shaputra
#unifil #Prajurit TNI gugur #Militer Israel #hizbullah