RADARSITUBONDO.ID - Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia melalui Ketua Ahmad Muzani menyampaikan permintaan kepada pemerintah agar menarik seluruh pasukan perdamaian Indonesia yang saat ini bertugas di Lebanon.
Permintaan tersebut muncul setelah insiden serangan militer Israel yang mengakibatkan tiga prajurit TNI gugur di wilayah misi.
Pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat menilai faktor keselamatan menjadi pertimbangan utama dalam mengambil sikap tersebut. Para prajurit yang tergabung dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa dinilai berada dalam kondisi yang semakin berisiko, khususnya di kawasan Lebanon Selatan yang menjadi lokasi kejadian.
Baca Juga: Fakta Baru Kasus Mayat dalam Freezer di Bekasi, Barang Korban Dijual Lewat Facebook
Dalam keterangannya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Muzani menegaskan bahwa langkah tersebut sejalan dengan amanat konstitusi yang mengutamakan perlindungan terhadap seluruh warga negara Indonesia, termasuk prajurit yang sedang menjalankan tugas di luar negeri.
“Sesuai dengan konstitusi yang diperintahkan untuk melindungi segenap bangsa dan pertumpahan darah Indonesia, kami meminta agar pasukan dalam misi perdamaian tersebut ditarik karena wilayah ini membahayakan keselamatan TNI, seperti yang terjadi di Lebanon Selatan. Itu sebabnya MPR merasa perlu menyampaikan pandangan ini kepada masyarakat,” kata Muzani.
Ia kembali menekankan bahwa keselamatan prajurit harus menjadi prioritas utama pemerintah. Menurutnya, apabila jaminan keamanan tidak dapat dipastikan, maka opsi penarikan pasukan menjadi langkah yang perlu dipertimbangkan secara serius.
Baca Juga: Arus Balik Santri Membludak di Pelabuhan Jangkar, Polisi Perketat Penjagaan!
“Jika tidak ada jaminan keselamatan bagi pasukan misi perdamaian kita, maka MPR meminta pemerintah mempertimbangkan untuk menarik seluruh pasukan di Lebanon Selatan sesuai dengan konstitusi, yakni melindungi keselamatan warga negara,” tegasnya.
Selain mendorong penarikan pasukan, Muzani yang juga merupakan politikus Partai Gerindra menyampaikan kecaman keras terhadap serangan yang dilakukan Israel. Ia menyebut tindakan tersebut sebagai perbuatan yang tidak berperikemanusiaan karena menargetkan pasukan penjaga perdamaian.
Lebih lanjut, MPR juga mendesak Dewan Keamanan PBB untuk segera mengambil langkah tegas. Mereka meminta agar dilakukan penyelidikan atas insiden tersebut sekaligus menjatuhkan sanksi kepada pihak yang bertanggung jawab.
“Majelis Permusyawaratan Rakyat mendesak Dewan Keamanan PBB untuk segera mengadakan sidang penyelidikan dan menjatuhkan sanksi terhadap Israel,” simpulnya.
Editor : Bayu Shaputra