RADARSITUBONDO.ID - Pemerintah Iran menolak tegas tawaran kesepakatan gencatan senjata yang diajukan oleh Amerika Serikat. Melalui Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, Teheran menegaskan bahwa fokus utama saat ini bukan menghentikan konflik, melainkan memperkuat posisi dalam situasi yang berkembang.
Araghchi menyampaikan bahwa Iran menginginkan jaminan keamanan jangka panjang, termasuk perlindungan dari potensi serangan di masa mendatang serta langkah-langkah perbaikan atas kondisi yang ada.
Pernyataan tersebut memperlihatkan sikap keras Iran di tengah dinamika hubungan dengan Washington yang masih belum menemukan titik temu.
Dalam wawancara dengan Al Jazeera pada Selasa (31/3), Araghchi menjelaskan bahwa interaksi antara Iran dan AS saat ini tidak dapat dikategorikan sebagai negosiasi. Ia menekankan bahwa komunikasi yang terjadi hanya sebatas pertukaran pesan, baik secara langsung maupun melalui pihak perantara di kawasan.
Baca Juga: Pemprov Jatim Terapkan WFH ASN untuk Tekan Konsumsi BBM Mulai Hari Ini
“Kontak dengan AS bukanlah negosiasi, melainkan pertukaran pesan,” ujarnya, menegaskan posisi resmi pemerintah Iran.
Lebih lanjut, Araghchi mengungkapkan bahwa dirinya terus menerima pesan dari utusan khusus AS, Steve Witkoff. Namun, ia menolak anggapan bahwa komunikasi tersebut merupakan bagian dari proses diplomasi formal.
Menurutnya, pesan-pesan tersebut disampaikan melalui jalur resmi kementerian luar negeri, termasuk komunikasi terbatas antar lembaga keamanan. Ia juga menegaskan bahwa tidak ada dialog langsung dengan pihak tertentu di dalam negeri yang dapat diartikan sebagai upaya negosiasi.
Baca Juga: Perang Iran Memanas, Paus Leo Minta Trump Segera Cari Solusi Damai
Araghchi menjelaskan bahwa seluruh pertukaran pesan berlangsung dalam kerangka resmi pemerintah dan berada di bawah pengawasan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran. Hal ini menunjukkan bahwa setiap komunikasi yang terjadi tetap terkontrol dan mengikuti prosedur negara.
Isi pesan yang dipertukarkan, menurut Araghchi, mencakup berbagai peringatan serta pandangan yang disampaikan melalui saluran tertentu. Meski demikian, ia membantah laporan yang menyebut Iran telah merespons sejumlah usulan dari pihak AS.
Ia menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada tanggapan resmi yang dikirimkan. “Belum ada tanggapan yang dikirim dan Iran belum mengajukan usulan maupun syarat apa pun,” katanya.
Pernyataan tersebut sekaligus menepis spekulasi bahwa proses negosiasi tengah berlangsung di balik layar. Araghchi menegaskan bahwa belum ada keputusan yang diambil terkait kemungkinan negosiasi ke depan.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyoroti sikap AS terhadap Iran. Araghchi menyatakan bahwa rakyat Iran tidak dapat ditekan atau diancam dalam situasi apa pun.
Ia bahkan meminta Donald Trump untuk menggunakan pendekatan yang lebih menghormati dalam berkomunikasi dengan Iran.
Baca Juga: Irak Lolos Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Bolivia 2-1 di Play-off
Terkait isu keamanan maritim, Araghchi memastikan bahwa Selat Hormuz tetap terbuka sepenuhnya. Namun, ia menegaskan bahwa pembatasan hanya berlaku bagi pihak-pihak yang menunjukkan sikap permusuhan terhadap Iran.
Ia menambahkan bahwa pemerintah Iran telah mengambil langkah-langkah konkret untuk menjamin keamanan jalur pelayaran tersebut, khususnya bagi kapal-kapal dari negara sahabat.
Pernyataan ini sekaligus menjadi sinyal bahwa Iran tetap berupaya menjaga stabilitas di jalur strategis global meskipun ketegangan dengan AS masih berlangsung.
Editor : Bayu Shaputra