RADARSITUBONDO.ID - Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa tengah menyiapkan langkah investigasi forensik terkait gugurnya tiga prajurit TNI yang bertugas dalam misi perdamaian di Lebanon. Proses ini menjadi perhatian serius mengingat lokasi kejadian berada di wilayah konflik aktif di Lebanon selatan.
Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stephan Dujarric, menyampaikan bahwa investigasi diupayakan dapat berjalan secepat mungkin tanpa mengabaikan faktor keselamatan tim di lapangan. Ia menekankan bahwa situasi di lokasi kejadian memiliki risiko tinggi sehingga memerlukan perencanaan matang.
“Harapan Sekretaris Jenderal adalah agar hal ini dapat dilakukan secepat mungkin, dengan tetap mengutamakan keselamatan semaksimal mungkin. Kita sedang berbicara tentang melakukan investigasi forensik di tengah zona konflik,” kata Dujarric.
Baca Juga: Dewa United Bidik Kemenangan atas PSIM di Pekan ke-26 BRI Super League
Dalam pelaksanaannya, misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon disebut membutuhkan koordinasi khusus atau mekanisme dekonflik. Langkah tersebut penting agar tim penyelidik dapat mengakses lokasi tanpa menghadapi ancaman tambahan di tengah situasi yang belum sepenuhnya kondusif.
Dujarric menegaskan bahwa keselamatan tim investigasi menjadi prioritas utama. “Kami tidak ingin melihat situasi di mana mereka yang sedang menyelidiki suatu serangan atau insiden justru membahayakan diri mereka sendiri dalam proses investigasi tersebut,” ujarnya.
Di sisi lain, Kepala Operasi Perdamaian PBB, Jean-Pierre Lacroix, disebut memiliki komitmen kuat untuk mempercepat proses investigasi. Upaya ini dinilai krusial untuk menjawab berbagai spekulasi yang berkembang mengenai pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.
Baca Juga: Jatim Dominasi Nasional SNBP 2026, Khofifah Dorong Pemanfaatan KIP Kuliah
“Saya pikir Bapak Lacroix bertekad untuk menyelesaikan hal ini secepat mungkin, karena kita telah melihat banyak pihak memberikan komentar tentang siapa yang bertanggung jawab dan siapa yang tidak. Oleh karena itu, kita perlu menetapkan fakta-faktanya agar kita dapat menyampaikannya dengan jelas,” lanjut Dujarric.
Insiden yang menimpa prajurit Indonesia terjadi dalam beberapa peristiwa beruntun di Lebanon selatan. Seorang anggota TNI, Farizal Rhomadhon, dilaporkan gugur akibat tembakan artileri di sekitar posisi kontingen Indonesia di wilayah Adchit Al Qusayr pada Minggu. Dalam kejadian itu, tiga prajurit lainnya mengalami luka-luka.
Sehari berselang, serangan kembali terjadi terhadap konvoi logistik UNIFIL di dekat Bani Hayyan. Dalam peristiwa tersebut, dua prajurit Indonesia dilaporkan gugur dan dua lainnya terluka. Dengan tambahan korban tersebut, total tiga prajurit TNI dinyatakan gugur saat menjalankan tugas misi perdamaian di kawasan tersebut.
Editor : Bayu ShaputraSumber : berbagai sumber