Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Serangan Udara Israel di Beirut Tewaskan 4 Orang, 30 Luka di Kawasan Pengungsi

Bayu Shaputra • Senin, 6 April 2026 | 11:33 WIB
serangan udara Israel di pinggiran selatan ibu kota Lebanon, Beirut. (JawaPos/Sputnik/RIA Novosti)
serangan udara Israel di pinggiran selatan ibu kota Lebanon, Beirut. (JawaPos/Sputnik/RIA Novosti)

 

RADARSITUBONDO.ID - Serangan udara yang dilancarkan Israel kembali mengguncang wilayah selatan Beirut. Insiden tersebut menyebabkan korban jiwa dan luka dalam jumlah signifikan di tengah situasi keamanan yang kian memanas di Lebanon.

Berdasarkan keterangan dari sumber layanan ambulans Lebanon kepada RIA Novosti pada Minggu (5/4), sedikitnya empat orang dilaporkan meninggal dunia, sementara 30 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan yang terjadi di kawasan Jnah.

“Empat orang tewas, 30 lainnya luka-luka akibat serangan udara Israel di Jnah,” kata sumber tersebut, seraya menambahkan bahwa jumlah korban masih berpotensi berubah seiring proses evakuasi dan pendataan yang terus berlangsung.

Baca Juga: Dituding Danai Polemik Ijazah Jokowi, JK Siapkan Laporan Polisi

Sebelumnya, koresponden RIA Novosti melaporkan bahwa angkatan udara Israel melancarkan serangan ke pinggiran selatan Beirut. Sejumlah rudal menghantam gedung-gedung hunian bertingkat di wilayah Jnah dan Roueiss.

Dampak serangan tersebut tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga menimbulkan kepanikan di kalangan warga sipil yang tinggal di kawasan padat penduduk tersebut.

Wilayah Jnah sendiri memiliki nilai strategis dan kemanusiaan yang tinggi. Selain menjadi lokasi Kedutaan Besar China, kawasan ini juga difungsikan sebagai tempat penampungan sementara terbesar bagi para pengungsi internal.

Lebih dari 8.000 warga dari wilayah selatan dan timur Lebanon diketahui berlindung di area tersebut, sehingga serangan ini meningkatkan kekhawatiran terhadap keselamatan ribuan orang yang sudah berada dalam kondisi rentan.

Baca Juga: Monaco Kalahkan Marseille 2-1, Rekor 7 Kemenangan Beruntun di Ligue 1

Ketegangan antara Israel dan Hizbullah kembali meningkat sejak 2 Maret lalu. Pada saat itu, kelompok tersebut melanjutkan serangan roket ke wilayah Israel di tengah operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Situasi ini memicu respons militer dari Israel yang kemudian melancarkan serangan berskala luas ke berbagai wilayah di Lebanon.

Serangan balasan Israel tidak hanya menyasar wilayah selatan, tetapi juga menjangkau Lembah Beqaa serta pinggiran Beirut. Intensitas operasi militer terus meningkat hingga akhirnya pada 16 Maret, militer Israel secara resmi mengumumkan dimulainya operasi darat di Lebanon selatan.

Langkah tersebut menandai eskalasi konflik ke fase yang lebih terbuka dan berisiko tinggi terhadap stabilitas kawasan.

Editor : Bayu Shaputra
#Serangan Udara Israel #Beirut #lebanon