RADARSITUBONDO.ID - Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran memperingatkan potensi meluasnya ancaman terhadap jalur pelayaran global. Tidak hanya Selat Hormuz, kawasan strategis lain disebut berisiko terdampak apabila konflik dengan Amerika Serikat dan Israel terus bereskalasi.
Peringatan tersebut disampaikan oleh Ali Akbar Velayati, yang menilai jalur pelayaran di kawasan memiliki peran vital bagi stabilitas energi dan perdagangan dunia.
Ia menegaskan bahwa kesalahan kecil dari pihak Amerika Serikat maupun Israel dapat memicu dampak besar terhadap arus energi global serta perdagangan internasional.
Baca Juga: Timnas Futsal Day! Indonesia Hadapi Brunei Darussalam di Laga Pembuka Piala AFF 2026
Menurut Velayati, komando gabungan kelompok perlawanan memandang Selat Bab el-Mandeb memiliki tingkat kepentingan yang setara dengan Selat Hormuz.
Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya tekanan dari Washington, setelah Donald Trump mengancam akan “melepaskan neraka” terhadap Iran apabila tidak segera membuka kembali Selat Hormuz sebelum tenggat waktu yang ditetapkan.
Velayati juga menyebut bahwa meskipun Amerika Serikat telah banyak belajar dari pengalaman menghadapi Iran, negara tersebut dinilai belum memahami apa yang ia sebut sebagai “geografi kekuatan” di kawasan.
Pernyataan ini mengindikasikan bahwa dinamika geopolitik Timur Tengah tidak hanya ditentukan oleh kekuatan militer, tetapi juga oleh posisi strategis jalur-jalur laut yang menjadi nadi perdagangan global.
Baca Juga: Timnas Futsal Day! Indonesia Hadapi Brunei Darussalam di Laga Pembuka Piala AFF 2026
Secara geografis, Selat Bab el-Mandeb terletak di lepas pantai Yaman dan menjadi penghubung antara Laut Merah dengan Teluk Aden serta Laut Arab.
Jalur ini merupakan salah satu titik sempit paling krusial dalam sistem pelayaran dunia, khususnya bagi kapal-kapal yang melintas menuju Terusan Suez. Gangguan di kawasan ini berpotensi menghambat distribusi energi dan barang dalam skala global.
Sebelumnya, kelompok Houthi movement yang bersekutu dengan Iran telah menyatakan kesiapan mereka untuk menyerang jalur tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap Teheran. Ancaman ini bukan tanpa preseden.
Dalam konflik sebelumnya di Gaza, serangan yang dilakukan kelompok tersebut terhadap kapal-kapal di Laut Merah sempat menimbulkan gangguan signifikan terhadap arus perdagangan internasional.
Editor : Bayu Shaputra