Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

AS Minta Perusahaan Satelit Hentikan Rilis Gambar Perang Iran

Bayu Shaputra • Senin, 6 April 2026 | 13:02 WIB
Citra satelit yang disediakan oleh Vantor ini menunjukkan kerusakan setelah serangan pesawat tak berawak di kilang minyak Ras Tanura, Arab Saudi. (The Guardian)
Citra satelit yang disediakan oleh Vantor ini menunjukkan kerusakan setelah serangan pesawat tak berawak di kilang minyak Ras Tanura, Arab Saudi. (The Guardian)

 

RADARSITUBONDO.ID - Pemerintah Amerika Serikat dilaporkan meminta perusahaan penyedia citra satelit komersial untuk menghentikan publikasi gambar terkait konflik di Iran dan kawasan Timur Tengah. Kebijakan ini memicu perhatian luas karena berdampak pada akses informasi visual dari wilayah yang tengah dilanda ketegangan geopolitik.

Salah satu perusahaan yang mengambil langkah konkret adalah Planet Labs, perusahaan berbasis di California yang dikenal sebagai penyedia utama citra satelit Bumi.

Perusahaan tersebut mengonfirmasi bahwa mereka telah menghentikan visualisasi wilayah Iran tanpa batas waktu. Keputusan itu diambil setelah adanya permintaan langsung dari otoritas di Washington kepada pelaku industri teknologi ruang angkasa.

Baca Juga: Klasemen Super League Memanas, Persib Unggul 4 Poin dari Borneo FC

Langkah tersebut berkaitan erat dengan peran strategis teknologi satelit dalam operasi militer modern. Citra satelit kerap dimanfaatkan untuk mengidentifikasi target, memandu sistem persenjataan, melacak pergerakan rudal, hingga mendukung komunikasi di medan perang.

Pengendalian distribusi data visual menjadi bagian dari upaya menjaga keunggulan informasi di tengah konflik.

Mengutip laporan dari Reuters, sejumlah pakar ruang angkasa menilai bahwa Iran tetap berpotensi mengakses citra komersial, termasuk melalui pihak-pihak yang berseberangan dengan kepentingan AS. Di sisi lain, citra satelit juga selama ini menjadi sumber penting bagi jurnalis dan akademisi dalam mengkaji wilayah yang sulit dijangkau secara langsung.

Baca Juga: Heboh Rating IGRS di Steam, Komdigi: Bukan Klasifikasi Resmi Pemerintah

Sebagai perusahaan yang mengoperasikan ratusan satelit pengamat Bumi dan menyediakan data visual yang diperbarui secara berkala, Planet Labs selama ini melayani berbagai klien, mulai dari pemerintah hingga media. Namun, perusahaan itu tidak memberikan komentar tambahan terkait kebijakan penghentian distribusi citra wilayah Iran.

Sementara itu, Pentagon memilih tidak memberikan tanggapan terkait isu yang berkaitan dengan intelijen. Dalam pernyataannya kepada pelanggan, Planet Labs menjelaskan bahwa mereka akan beralih ke sistem distribusi citra yang lebih terkontrol guna meminimalkan potensi risiko keamanan.

"Di bawah sistem baru ini, Planet Labs akan merilis citra berdasarkan kasus per kasus untuk kebutuhan mendesak, misi penting, atau untuk kepentingan publik," bunyi pernyataan resmi perusahaan. "Ini adalah keadaan luar biasa dan kami melakukan semua yang kami bisa untuk menyeimbangkan kebutuhan semua pemangku kepentingan kami," sambungnya.

Di sisi lain, perusahaan lain di sektor yang sama, Vantor, menyatakan bahwa mereka tidak menerima permintaan serupa dari pemerintah AS. Meski demikian, perusahaan tersebut telah lama memiliki kebijakan untuk memperketat akses terhadap data citra selama periode konflik geopolitik.

Perwakilan Vantor menjelaskan bahwa kontrol tersebut dapat berupa pembatasan terhadap pihak yang dapat mengajukan permintaan gambar baru maupun membeli arsip citra yang sudah tersedia. Pembatasan ini berlaku terutama untuk wilayah di mana militer AS dan sekutunya aktif beroperasi, serta area yang menjadi sasaran dalam konflik.

Perusahaan penyedia citra satelit lainnya, BlackSky Technology, belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait kebijakan serupa.

Editor : Bayu Shaputra
#citra satelit Iran #Planet Labs #kebijakan AS #Konflik Timur Tengah