RADARSITUBONDO.ID - Berita duka datang dari Iran setelah Kepala Organisasi Intelijen Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Majid Khademi, dilaporkan tewas dalam serangan yang dikaitkan dengan Amerika Serikat dan Israel. Informasi tersebut disampaikan langsung oleh pihak IRGC melalui pernyataan resmi yang dirilis pada Senin (6/4).
Dalam keterangan itu, IRGC menyebut bahwa Khademi meninggal dunia pada pagi hari akibat serangan yang mereka sebut sebagai bagian dari konflik yang dipaksakan terhadap Iran.
“Kepala organisasi intelijen IRGC, Majid Khademi, meninggal pagi ini akibat serangan Amerika-Zionis selama perang ketiga yang dipaksakan,” demikian bunyi pernyataan tersebut.
Baca Juga: Kenaikan Tiket Pesawat 9-13 Persen, Maskapai Tunggu Aturan Resmi Pemerintah
Kematian Khademi segera memicu respons dari pimpinan tertinggi Iran. Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menilai peristiwa tersebut sebagai konsekuensi dari kegagalan pihak Amerika Serikat dan Israel dalam menghadapi Iran di medan konflik.
Ia menegaskan bahwa kehilangan salah satu tokoh penting militer tidak akan melemahkan kekuatan pertahanan negaranya.
Menurut Khamenei, tindakan yang menargetkan tokoh penting Iran justru mencerminkan ketidakmampuan lawan dalam mencapai tujuan strategis mereka. Ia menyebut langkah tersebut sebagai bentuk keputusasaan setelah mengalami berbagai kegagalan.
“Pembunuhan dan kejahatan tidak dapat menggoyahkan cita-cita tanpa pamrih,” ujar Khamenei dalam pesannya menanggapi kematian Khademi.
Baca Juga: Preview Indonesia vs Malaysia ASEAN Futsal Championship 2026, Souto Soroti Kekuatan Lawan
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Amerika Serikat dan Israel telah mengalami sejumlah kekalahan dalam konflik yang berlangsung. Khamenei juga menuding kedua negara tersebut gagal mewujudkan rencana yang sebelumnya telah disusun terhadap Iran.
Pernyataan itu sekaligus menegaskan sikap Iran yang tetap mempertahankan kekuatan militernya di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan. IRGC sendiri merupakan salah satu pilar utama dalam sistem pertahanan Iran yang memiliki peran strategis, termasuk dalam bidang intelijen.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Amerika Serikat maupun Israel terkait tudingan keterlibatan dalam serangan tersebut. Situasi ini berpotensi memperburuk hubungan yang memang sudah tegang di antara negara-negara terkait.
Peristiwa ini juga menambah daftar panjang insiden yang melibatkan tokoh militer Iran dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut memperlihatkan dinamika konflik yang masih berlangsung dan belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Editor : Bayu Shaputra