Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

PBB Pastikan Prajurit Indonesia Korban Serangan Lebanon Selatan Berangsur Pulih

Bayu Shaputra • Selasa, 7 April 2026 | 13:03 WIB
Bendera Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon atau United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) / AFP Images
Bendera Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon atau United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) / AFP Images

 

RADARSITUBONDO.ID - Kondisi personel TNI yang tergabung dalam pasukan sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon atau UNIFIL terus menunjukkan perkembangan positif setelah mengalami luka akibat serangan di wilayah selatan negara tersebut.

PBB memastikan seluruh prajurit yang terdampak kini berada dalam kondisi stabil usai mendapatkan perawatan medis intensif.

Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB Stephane Dujarric menyampaikan bahwa insiden ledakan yang terjadi di posisi pasukan UNIFIL di El Adeisse pada Jumat, 3 April, menyebabkan tiga personel yang seluruhnya berasal dari Indonesia mengalami luka.

“Dua personel yang terluka paling parah telah dievakuasi ke rumah sakit di Marjayoun, di mana mereka dilaporkan sudah dalam kondisi stabil,” kata dia dalam konferensi pers siang di Markas PBB, Senin, 6 April waktu setempat.

Baca Juga: Arsenal Incar Semifinal Liga Champions, Arteta Andalkan Gyokeres dan Rice

Perkembangan terbaru juga menunjukkan satu personel lainnya yang mengalami luka lebih ringan telah mendapatkan penanganan medis langsung di lokasi kejadian. Kondisi tersebut dinilai tidak memerlukan evakuasi lanjutan karena cedera yang dialami tidak tergolong berat.

Di tengah situasi tersebut, PBB menyampaikan keprihatinan mendalam atas meningkatnya serangan yang menyasar pasukan UNIFIL. Selain itu, tindakan penghancuran kamera pengawas di markas UNIFIL beberapa waktu lalu juga menjadi perhatian serius.

Dujarric menegaskan bahwa pihaknya telah menyampaikan sikap tegas terkait insiden tersebut.

“Kami mendesak semua pihak untuk memenuhi kewajiban mereka di bawah hukum internasional dan memastikan keselamatan dan keamanan personel PBB kapan pun,” ucap Dujarric.

Sementara itu, proses penyelidikan atas dua serangan sebelumnya yang terjadi pada akhir Maret masih terus berjalan. Insiden tersebut diketahui mengakibatkan gugurnya tiga personel UNIFIL asal Indonesia. Hingga kini, hasil investigasi belum diumumkan dan masih dalam tahap pendalaman.

Sebelumnya, rentetan serangan di Lebanon selatan telah menimbulkan korban dari kalangan prajurit Indonesia yang menjalankan misi perdamaian.

Tiga anggota TNI yang gugur dalam peristiwa berbeda adalah Praka Farizal Rhomadhon yang meninggal akibat tembakan artileri pada 29 Maret, kemudian Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar serta Sertu Muhammad Nur Ikhwan yang gugur saat konvoi yang mereka kawal diserang pada 30 Maret.

Baca Juga: Kepala Intelijen IRGC Majid Khademi Tewas, Iran Tuding Serangan AS dan Israel

Selain korban jiwa, sejumlah prajurit lainnya juga mengalami luka dalam dua insiden tersebut. Mereka adalah Lettu Infanteri Sulthan Wirdean Maulana, Praka Deni Rianto, Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, dan Praka Arif Kurniawan.

Dengan tambahan korban luka dari insiden terbaru pada awal April, total prajurit TNI yang terluka dalam rangkaian kejadian ini mencapai delapan orang.

Editor : Bayu Shaputra
#UNIFIL Indonesia #prajurit TNI Lebanon #serangan Lebanon selatan