Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Investigasi PBB: Peluru Tank Israel dan IED Diduga Jadi Penyebab Gugurnya Tiga Prajurit TNI

Bayu Shaputra • Rabu, 8 April 2026 | 11:15 WIB
Bendera Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon atau United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) / AFP Images
Bendera Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon atau United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) / AFP Images

 

RADARSITUBONDO.ID - Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui juru bicaranya mengungkap temuan awal investigasi atas dua insiden yang terjadi pada 29 dan 30 Maret di wilayah misi perdamaian Lebanon. Insiden tersebut menewaskan tiga anggota TNI yang tergabung dalam misi UNIFIL.

Juru Bicara Perserikatan Bangsa-Bangsa Stephanie Dujarric menjelaskan bahwa hasil sementara ini disusun berdasarkan bukti fisik awal di lapangan. Ia menegaskan bahwa proses investigasi penuh masih berlangsung dan akan melibatkan berbagai pihak untuk mendapatkan gambaran menyeluruh di tengah situasi konflik yang belum mereda.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Hari Ini: Hujan Ringan hingga Lebat Guyur Kota Besar Indonesia

Untuk insiden yang terjadi pada 29 Maret, PBB menyebutkan bahwa analisis lokasi dampak serta temuan fragmen proyektil mengarah pada penggunaan peluru utama tank kaliber 120 mm. Proyektil tersebut diduga ditembakkan oleh tank Merkava milik Pasukan Pertahanan Israel dari arah timur menuju wilayah Ett Taibe.

“Perlu diingat bahwa, untuk mengurangi risiko terhadap personel PBB, UNIFIL kembali telah memberikan koordinat seluruh posisi dan fasilitasnya kepada Pasukan Pertahanan Israel pada 6 Maret dan 22 Maret,” kata Dujarric.

Sementara itu, insiden kedua yang terjadi pada 30 Maret memiliki karakteristik berbeda. Berdasarkan analisis lokasi ledakan, kondisi kendaraan yang terdampak, serta ditemukannya perangkat peledak rakitan kedua di sekitar lokasi, PBB menyimpulkan bahwa ledakan disebabkan oleh IED yang aktif melalui mekanisme tripwire.

“Investigasi menilai bahwa, mengingat lokasi kejadian, karakteristik ledakan, serta konteks saat ini, IED tersebut kemungkinan besar dipasang oleh Hizbullah,” ujarnya merujuk pada kelompok Hizbullah.

Baca Juga: Spesifikasi Moto G Stylus 2026, Stylus Responsif, Kamera 50MP, Baterai 5.200 mAh

Dua insiden tersebut mengakibatkan gugurnya Mayor Zulmi Aditya Iskandar, Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan, dan Kopral Farizal Rhomadon. Temuan awal ini telah disampaikan kepada pemerintah Indonesia, Lebanon, serta Israel sebagai bagian dari transparansi investigasi.

PBB menegaskan bahwa hasil ini masih bersifat awal dan belum final. Proses lanjutan akan dilakukan melalui pembentukan Dewan Penyelidikan sesuai prosedur internal organisasi. Langkah ini diharapkan mampu mengungkap secara utuh kronologi serta pihak-pihak yang bertanggung jawab.

Selain itu, Dujarric menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban serta Pemerintah Indonesia. Ia juga mengajak semua pihak untuk mendoakan pemulihan korban luka akibat insiden tersebut.

“Insiden-insiden ini tidak dapat diterima. Kami telah meminta para pihak terkait agar kasus ini diselidiki dan diproses secara hukum oleh otoritas nasional untuk membawa para pelaku ke pengadilan dan memastikan pertanggungjawaban pidana atas kejahatan terhadap penjaga perdamaian,” katanya.

PBB juga mengingatkan bahwa serangan terhadap penjaga perdamaian dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang berdasarkan hukum internasional. Oleh karena itu, seluruh pihak yang terlibat konflik diminta mematuhi kewajiban untuk menjamin keselamatan personel perdamaian.

“Semua pihak harus mematuhi kewajiban mereka untuk menjamin keselamatan dan keamanan para penjaga perdamaian setiap saat. Kekebalan fasilitas Perserikatan Bangsa-Bangsa harus dihormati,” tegasnya.

Editor : Bayu Shaputra
#unifil #TNI gugur Lebanon #Israel #pbb