Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Iran Ancam Cabut Gencatan Senjata Jika Israel Terus Serang Lebanon

Bayu Shaputra • Kamis, 9 April 2026 | 09:49 WIB
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi.

 

RADARSITUBONDO.ID - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali menguat setelah Teheran menyampaikan peringatan tegas terkait arah kebijakan Washington di kawasan Timur Tengah.

Pemerintah Iran menegaskan bahwa AS harus menentukan pilihan antara mempertahankan gencatan senjata atau melanjutkan konflik melalui dukungan terhadap Israel.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyampaikan pernyataan tersebut secara terbuka melalui platform X, Rabu (8/4). Ia menegaskan posisi negaranya tidak berubah terkait syarat gencatan senjata dengan AS.

"Syarat-syarat gencatan senjata Iran-AS jelas dan eksplisit, Amerika harus memilih antara gencatan senjata atau perang berkelanjutan melalui Israel. AS tidak dapat memiliki keduanya," tulis Araghchi.

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya eskalasi konflik di Lebanon. Araghchi menilai situasi di lapangan menjadi sorotan dunia internasional dan memperkuat tekanan terhadap Washington.

Baca Juga: Desain iPhone 18 Pro Max Terungkap, Dynamic Island Diperkecil

Ia menambahkan, "Bola ada di tangan Amerika dan dunia sedang mengamati apakah AS akan bertindak sesuai komitmennya."

Laporan dari media semi-resmi Iran menyebutkan bahwa Teheran mempertimbangkan untuk menarik diri dari kesepakatan gencatan senjata jika Israel terus melakukan serangan ke wilayah Lebanon. Keputusan tersebut disebut akan diambil apabila pelanggaran terhadap kesepakatan terus terjadi.

Di sisi lain, militer Israel mengklaim telah melancarkan serangan besar-besaran dengan menargetkan lebih dari 100 lokasi hanya dalam waktu 10 menit. Serangan itu menyasar sejumlah wilayah strategis di Beirut, Lembah Beqaa, dan Lebanon selatan. O

perasi tersebut disebut sebagai salah satu yang terbesar sejak dimulainya rangkaian serangan terbaru di kawasan tersebut.

Konflik semakin kompleks karena Israel juga dilaporkan melakukan tekanan terhadap Iran sejak akhir Februari, bersamaan dengan operasi militer di Lebanon selatan.

Serangan itu berkaitan dengan aksi lintas batas yang dilakukan kelompok Hizbullah pada awal Maret. Situasi ini berlangsung meskipun gencatan senjata sebelumnya telah diberlakukan sejak November 2024.

Baca Juga: Pelajar Dilarang Bawa Motor ke Sekolah di Situbondo, Ini Alasannya!

Sementara itu, upaya meredakan ketegangan sempat dilakukan melalui mediasi Pakistan. Presiden AS Donald Trump pada Selasa (7/4) mengumumkan kesepakatan gencatan senjata sementara selama dua pekan dengan Iran.

Dalam pernyataannya, Trump menyebut Teheran telah mengajukan proposal 10 poin yang dinilai dapat menjadi dasar negosiasi lanjutan.

Pengumuman tersebut disampaikan menjelang berakhirnya tenggat waktu yang diberikan Washington kepada Iran. Sebelumnya, AS menuntut agar Iran membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz dan bersedia melakukan negosiasi, atau menghadapi konsekuensi serius.

Editor : Bayu Shaputra
#gencatan senjata #Israel #iran #lebanon #Amerika Serikat