Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Iran Setujui Negosiasi dengan AS, Gencatan Senjata Disepakati Dua Pekan

Bayu Shaputra • Jumat, 10 April 2026 | 10:14 WIB
Iran memperingati Amerika Serikat mengenai kegiatan militer di kawasan Karibia.
Bendera Iran.

 

RADARSITUBONDO.ID - Keputusan Iran untuk membuka jalur negosiasi dengan Amerika Serikat sekaligus menerima skema gencatan senjata akhirnya dikonfirmasi secara resmi.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa langkah tersebut telah melalui persetujuan seluruh lembaga strategis negara, termasuk restu dari Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei.

Pernyataan itu disampaikan pada Kamis, 9 April, sebagai respons atas dinamika terbaru hubungan Teheran dan Washington. Menurut Pezeshkian, keputusan tersebut bukan diambil secara sepihak, melainkan melalui proses kolektif di tingkat tertinggi pemerintahan Iran.

“Kebijakan terkait gencatan senjata dan perundingan diadopsi secara bulat oleh lembaga-lembaga utama pemerintah dan disetujui oleh Pemimpin Tertinggi Iran setelah Amerika Serikat menerima ketentuan umum serta kerangka yang diajukan oleh Iran,” demikian pernyataan presiden yang dikutip melalui kantornya.

Baca Juga: Promotor Class of Legends 2026 Jelaskan Proses Sulit Yakinkan Patrick Kluivert ke Jakarta

Langkah ini menjadi titik penting dalam hubungan kedua negara yang selama ini diwarnai ketegangan panjang. Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa Washington dan Teheran telah mencapai kesepakatan gencatan senjata bilateral yang berlaku selama dua pekan. Pengumuman itu disampaikan pada Selasa malam, 7 April.

Dalam pernyataannya, Trump juga menegaskan bahwa bagian dari kesepakatan tersebut mencakup komitmen Iran untuk kembali membuka Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang memiliki peran vital dalam distribusi energi global. Pembukaan kembali selat tersebut dinilai menjadi salah satu poin krusial dalam meredakan kekhawatiran pasar internasional.

Baca Juga: Prabowo Ajukan Terminal Khusus Haji Indonesia di Arab Saudi

Seiring dengan kesepakatan awal tersebut, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengumumkan bahwa proses perundingan lanjutan dengan Amerika Serikat akan dimulai pada Jumat, 10 April.

Islamabad, ibu kota Pakistan, dipilih sebagai lokasi pertemuan kedua pihak untuk membahas detail lebih lanjut dari kerangka yang telah disepakati.

Namun, di tengah upaya meredakan ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat, situasi di kawasan justru menunjukkan dinamika berbeda. Pada Rabu (8/4), serangan militer Israel dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah di Lebanon selatan. Puluhan permukiman menjadi sasaran, termasuk kawasan di kota utama Tyre.

Kondisi tersebut memunculkan perbedaan pandangan antara pihak-pihak terkait. Presiden Trump menyatakan bahwa penghentian serangan Israel di Lebanon tidak termasuk dalam cakupan kesepakatan dengan Iran. Ia menyebut faktor keberadaan kelompok Hizbullah menjadi alasan utama tidak dimasukkannya isu tersebut dalam perjanjian.

Sebaliknya, Iran memandang serangan tersebut sebagai bentuk pelanggaran terhadap semangat gencatan senjata yang telah disepakati dengan Amerika Serikat. Perbedaan interpretasi ini berpotensi menjadi tantangan tersendiri dalam proses negosiasi yang akan berlangsung.

Editor : Bayu Shaputra
#gencatan senjata #as #iran #Mojtaba Khamenei