Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Sosok Satoshi Nakamoto Mulai Terkuak, Adam Back Jadi Kandidat Kuat

Bayu Shaputra • Jumat, 10 April 2026 | 09:15 WIB
Ilustrasi Bitcoin. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)
Ilustrasi Bitcoin. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)

 

RADARSITUBONDO.ID - Investigasi NYT terkait identitas di balik nama samaran Satoshi Nakamoto, sosok misterius pencipta Bitcoin yang selama ini menjadi teka-teki besar di dunia kripto.

Laporan tersebut mengarah pada satu kandidat kuat, yakni kriptografer asal Inggris, Adam Back. Kesimpulan ini muncul setelah analisis mendalam terhadap gaya penulisan, latar belakang, serta rekam jejak pemikiran yang dinilai selaras dengan karakter Nakamoto.

Laporan investigatif ini disusun oleh jurnalis John Carreyrou, yang sebelumnya dikenal luas lewat pengungkapan skandal Theranos pada 2015. Penyelidikan ini bermula dari ketidakpuasannya terhadap kesimpulan sebuah film dokumenter yang membahas identitas Nakamoto.

Alih-alih menerima hasil film tersebut, Carreyrou justru menaruh perhatian pada respons Adam Back yang terlihat tegang ketika dikaitkan dengan sosok misterius tersebut.

Baca Juga: New Honda Jazz 2026 Tampil Lebih Garang, Fitur Honda Sensing Makin Lengkap

Dalam prosesnya, Carreyrou mengumpulkan berbagai bukti yang dianggap relevan. Salah satunya adalah analisis terhadap kumpulan email yang ditulis oleh Nakamoto kepada seorang programmer Finlandia, Martti Malmi.

Email tersebut menjadi bahan penting karena memperlihatkan pola komunikasi dan cara berpikir yang kemudian dibandingkan dengan karakteristik Back.

Hasil analisis menunjukkan sejumlah kesamaan mendasar. Nakamoto diyakini memiliki keterkaitan erat dengan gerakan Cypherpunk, sebuah komunitas yang muncul pada awal 1990-an dengan fokus pada penggunaan kriptografi untuk melindungi privasi dan melawan pengawasan pemerintah. Adam Back sendiri secara terbuka mengakui dirinya sebagai bagian dari gerakan tersebut.

Baca Juga: Hector Souto: Target Tercapai, Indonesia Kini Lebih Lepas Hadapi Vietnam

Selain itu, Back diketahui mengembangkan konsep sistem uang elektronik bernama Hashcash pada 1997. Sistem ini memiliki kemiripan dengan mekanisme dasar Bitcoin.

Ia juga termasuk dalam kelompok kecil Cypherpunk yang membahas konsep “b-money”, yang bertujuan menjaga anonimitas pengguna. Gagasan tersebut kemudian diyakini menjadi salah satu fondasi yang dikombinasikan dalam penciptaan Bitcoin.

Kesamaan lain yang mencuat adalah ketertarikan Back terhadap Jepang, yang juga menjadi latar komunikasi Nakamoto.

Di sisi lain, analisis terhadap unggahan di media sosial menunjukkan bahwa Back kerap menggunakan frasa-frasa yang identik dengan gaya bahasa Nakamoto, termasuk ungkapan seperti “a menace to the network.”

Namun demikian, Back menanggapi temuan tersebut dengan hati-hati. Ia menilai bahwa kesamaan semacam itu belum tentu menjadi bukti kuat. “Bitcoiner suka menyelidik, tetapi kebetulan memang terjadi dan belum tentu berarti apa-apa,” ujarnya.

Baca Juga: Warga Karangasem Heboh! BB Laka Diparkir Sembarangan Picu Penampakan, Ketua RW Bongkar Kesaksian Warga

Carreyrou juga melakukan pendekatan stilometri dengan melibatkan ahli yang menggunakan perangkat lunak analisis bahasa.

Hasilnya menunjukkan bahwa tulisan Back memiliki kemiripan paling dekat dengan Nakamoto dibandingkan kandidat lain, meskipun selisihnya tipis dan tidak dapat dianggap sebagai bukti konklusif. Bahkan, terdapat kemungkinan bahwa Nakamoto sengaja mengubah gaya tulisannya untuk menghindari identifikasi.

Tidak berhenti di situ, Carreyrou turut melakukan analisis manual terhadap gaya penulisan. Ia menemukan pola khas seperti penggunaan tanda hubung tertentu serta peralihan antara ejaan British dan American dalam kata yang sama, misalnya “cheque” dan “check.” Pola semacam ini dinilai sebagai “sidik jari” linguistik yang sering digunakan dalam identifikasi penulis.

Baca Juga: Kades Kayu Putih Terancam Dicopot! Diduga Langgar Aturan, Gaji Perangkat Desa Mandek 4 Bulan

Seorang ahli linguistik forensik yang meninjau temuan tersebut menyatakan bahwa pola-pola tersebut memang relevan dalam proses identifikasi, meski tetap tidak cukup untuk memastikan identitas secara pasti.

Menanggapi laporan tersebut, Back kembali menegaskan bantahannya melalui platform X. “Saya bukan Satoshi, tetapi saya sudah sejak awal fokus pada implikasi sosial positif dari kriptografi, privasi online, dan uang elektronik,” tulisnya.

Ia juga menekankan bahwa dirinya tidak mengetahui identitas Nakamoto dan menganggap anonimitas tersebut justru penting bagi keberlangsungan Bitcoin sebagai aset kelas baru.

Sejak diluncurkan pada 2009, identitas Satoshi Nakamoto terus menjadi misteri yang belum terpecahkan. Berbagai spekulasi dan klaim bermunculan, namun belum ada yang benar-benar dapat dibuktikan. Anonimitas ini bahkan dianggap sejalan dengan filosofi desentralisasi yang diusung Bitcoin.

Editor : Bayu Shaputra
#Satoshi Nakamoto #Adam Back #pencipta Bitcoin