Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Friedrich Merz Kritik Keras Israel, Konflik Lebanon Dinilai Hambat Proses Damai

Bayu Shaputra • Jumat, 10 April 2026 | 13:11 WIB
Tim pemadam kebakran dan relawan sedang mengevakuasi korban serangan Israel di Lebanon. (Instagram/aljazeeraenglish)
Tim pemadam kebakran dan relawan sedang mengevakuasi korban serangan Israel di Lebanon. (Instagram/aljazeeraenglish)

 

RADARSITUBONDO.ID - Kanselir Friedrich Merz menyampaikan kritik keras terhadap serangan militer yang dilakukan Israel di wilayah Lebanon. Pernyataan itu disampaikan pada Kamis (9/4) di Berlin saat membahas dinamika situasi internasional yang kian memanas di kawasan Timur Tengah.

Merz menegaskan bahwa eskalasi kekerasan yang terjadi di Lebanon selatan berpotensi merusak upaya diplomasi yang selama ini dibangun oleh berbagai pihak. Ia menyoroti metode serangan yang dinilai berlebihan dan berisiko menghancurkan peluang tercapainya stabilitas kawasan.

“Kami memantau dengan sangat prihatin situasi di Lebanon selatan. Kebrutalan cara Israel melancarkan perang di sana dapat menggagalkan seluruh proses perdamaian. Ini tidak boleh dibiarkan terjadi,” ujar Merz.

Baca Juga: Tim Geypens dan Nathan Tjoe-A-On Kantongi Izin Kerja, Siap Merumput Kembali

Menurut dia, Jerman tidak tinggal diam dalam merespons perkembangan tersebut. Bersama sejumlah pemimpin negara dan pemerintahan lain, Merz mengaku telah menyampaikan seruan langsung kepada pemerintah Israel agar segera menghentikan operasi militernya di Lebanon.

Langkah diplomatik itu dilakukan sehari sebelumnya sebagai bagian dari tekanan internasional yang semakin menguat.

Merz juga mengungkapkan bahwa Menteri Luar Negeri Jerman, Johann Wadephul, telah dua kali membicarakan isu ini dengan mitranya dari Israel, Gideon Saar. Komunikasi tersebut difokuskan pada upaya meredakan ketegangan sekaligus mencari jalan keluar yang dapat diterima semua pihak.

Baca Juga: Sosok Satoshi Nakamoto Mulai Terkuak, Adam Back Jadi Kandidat Kuat

Selain melalui jalur resmi, Merz turut melakukan komunikasi langsung dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Ia menekankan bahwa koordinasi dengan para mitra di Eropa dan kawasan terus berlangsung secara intensif.

“Saya juga menjalin komunikasi pribadi dengan Kepala Otoritas Israel Benjamin Netanyahu. Seperti dalam beberapa pekan terakhir, kami terus berkoordinasi secara erat dan berkelanjutan dengan para mitra kami di Eropa dan kawasan,” katanya.

Di tengah meningkatnya ketegangan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Selasa (7/4) malam menyampaikan bahwa pihaknya telah mencapai kesepakatan gencatan senjata bilateral selama dua pekan dengan Iran. Kesepakatan tersebut diharapkan menjadi langkah awal meredakan konflik yang lebih luas di kawasan.

Namun, situasi di lapangan menunjukkan perkembangan berbeda. Serangan udara dan artileri Israel dilaporkan menghantam puluhan permukiman di Lebanon selatan pada Rabu, termasuk di kota besar Tyre. Intensitas serangan tersebut menimbulkan kekhawatiran akan meluasnya konflik.

Trump menyebut bahwa penghentian serangan Israel terhadap Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan dengan Iran, dengan alasan keberadaan kelompok Hizbullah. Pernyataan ini memicu respons keras dari Iran yang menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran terhadap gencatan senjata yang telah disepakati bersama Amerika Serikat.

Editor : Bayu Shaputra
#Friedrich Merz #Konflik Timur Tengah #Israel #lebanon