RADARSITUBONDO.ID - Pernyataan keras dilontarkan Donald Trump terhadap Iran menyusul hasil perundingan panjang yang digelar di Islamabad, Pakistan. Trump menilai Iran tidak memenuhi komitmennya untuk membuka kembali Selat Hormuz, yang menjadi salah satu rute vital distribusi energi dunia.
Dalam pernyataan yang disampaikan melalui media sosial pribadinya, Trump menegaskan bahwa sikap Iran memicu kekhawatiran luas terhadap stabilitas global. Ia menyoroti adanya laporan dugaan penanaman ranjau di kawasan perairan tersebut, yang membuat para pemilik kapal memilih menghindari jalur itu demi alasan keamanan.
“Ini bukan sekadar pelanggaran janji, tapi juga merusak reputasi Iran di mata dunia,” tegas Trump.
Baca Juga: BMKG Prakirakan Hujan Ringan Guyur Kota Besar di Indonesia, Waspada Petir di Sejumlah Wilayah
Ia menambahkan bahwa meskipun sebagian kekuatan angkatan laut Iran disebut telah melemah, ancaman terhadap keamanan jalur laut internasional tetap menjadi perhatian serius bagi banyak negara.
Trump juga mengungkapkan bahwa dirinya menerima laporan langsung dari sejumlah pejabat tinggi Amerika Serikat, termasuk JD Vance, Steve Witkoff, serta Jared Kushner terkait dinamika perundingan tersebut. Pertemuan itu difasilitasi pemerintah Pakistan dan dipimpin oleh Asim Munir serta Shehbaz Sharif.
Trump memuji kepemimpinan kedua tokoh tersebut dan menyebut mereka sebagai sosok yang sangat kompeten. Negosiasi berlangsung hampir 20 jam tanpa henti, mencerminkan kompleksitas isu yang dibahas serta tingginya kepentingan yang dipertaruhkan.
Baca Juga: Krisis Air Bersih Mengancam! Situbondo Cuma Andalkan 1 Truk Tangki, DPRD Soroti Anggaran Mandek
Meski sejumlah poin kesepakatan diklaim telah dicapai, Trump menegaskan bahwa satu isu utama menggagalkan terobosan besar, yakni program nuklir Iran.
“Iran tidak bersedia menghentikan ambisi nuklirnya. Itu satu-satunya hal yang benar-benar penting,” ujarnya.
Ia juga menyinggung bahwa selama proses negosiasi, hubungan antara perwakilan AS dan Iran sempat berjalan cukup baik. Beberapa tokoh Iran yang terlibat antara lain Mohammad-Bagher Ghalibaf, Abbas Araghchi, dan Ali Bagheri. Namun, sikap keras Iran terkait isu nuklir membuat pembicaraan akhirnya menemui jalan buntu.
Trump kembali menegaskan kebijakan lamanya bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir dalam kondisi apa pun. Pernyataan ini berpotensi meningkatkan ketegangan di kawasan Timur Tengah yang masih berada dalam kondisi rapuh.
Sebagai jalur vital bagi sekitar sepertiga perdagangan minyak dunia, Selat Hormuz memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi global.
Editor : Bayu Shaputra