Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Harga Minyak Dunia Naik 8 Persen Usai Ancaman Blokade Selat Hormuz oleh Donald Trump

Bayu Shaputra • Senin, 13 April 2026 | 13:46 WIB
Ilustrasai kapal tanker minyak.
Ilustrasai kapal tanker minyak.

 

RADARSITUBONDO.ID - Harga minyak dunia melonjak tajam setelah pernyataan keras dari Donald Trump terkait rencana blokade Selat Hormuz. Kenaikan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang kembali memanas usai kegagalan perundingan.

Data perdagangan menunjukkan harga minyak mentah Brent melonjak sekitar 8 persen hingga menembus level 102 dolar AS atau setara Rp1,7 juta per barel. Lonjakan ini mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan global, mengingat Selat Hormuz merupakan salah satu jalur distribusi minyak paling vital di dunia.

Pada perdagangan Minggu (12/4) pukul 22.01 GMT atau Senin pukul 05.01 WIB, kontrak berjangka minyak Brent untuk pengiriman Juni tercatat naik 7,76 persen dibandingkan penutupan sebelumnya menjadi 102,59 dolar AS per barel.

Sementara itu, minyak mentah WTI untuk kontrak Mei menguat lebih tinggi, yakni 8,2 persen ke level 104,51 dolar AS atau sekitar Rp1,7 juta per barel.

Baca Juga: Justin Hubner Jadi Sorotan Usai Tekel Keras Bikin Kaki Holtby Robek

Kenaikan harga tersebut terjadi setelah kegagalan pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung di Islamabad. Negosiasi itu sebelumnya digelar menyusul kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan antara kedua negara. Namun, hasil akhir tidak sesuai harapan.

Wakil Presiden AS J.D. Vance yang memimpin delegasi negaranya menyampaikan bahwa pembicaraan berjalan panjang namun tidak menghasilkan kesepakatan. Pernyataan tersebut mempertegas kebuntuan diplomasi yang berdampak langsung pada respons pasar energi global.

Situasi semakin memanas setelah Donald Trump mengumumkan langkah tegas berupa rencana blokade terhadap seluruh kapal yang melintas di Selat Hormuz. Ia menyatakan bahwa Amerika Serikat akan menghalangi setiap kapal yang mencoba masuk atau keluar dari jalur tersebut, terutama yang memiliki keterkaitan pembayaran dengan Iran.

Baca Juga: Inter Milan Menang Dramatis 4-3 atas Como, Kian Dekat Juara Liga Italia

Dalam pernyataannya, Trump juga menginstruksikan Angkatan Laut AS untuk melakukan pelacakan dan pencegatan terhadap kapal-kapal yang diduga terlibat dalam aktivitas tersebut. Kebijakan ini dinilai berpotensi mengganggu arus distribusi minyak global secara signifikan.

Sementara itu, United States Central Command atau CENTCOM menyatakan kesiapan penuh untuk menjalankan operasi tersebut. Mereka berkomitmen memulai blokade terhadap seluruh lalu lintas maritim yang berkaitan dengan pelabuhan Iran pada Senin pukul 14.00 GMT atau 21.00 WIB.

Langkah ini memicu kekhawatiran luas di pasar energi karena Selat Hormuz selama ini menjadi jalur utama pengiriman minyak dari kawasan Timur Tengah ke berbagai negara. Gangguan sekecil apa pun di wilayah ini berpotensi mendorong lonjakan harga yang lebih besar.

Editor : Bayu Shaputra
#harga minyak dunia #iran #Selat Hormuz #Donald Trump