Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Hizbullah Harap Rusia Jadi Kunci Perdamaian Timur Tengah

Bayu Shaputra • Senin, 13 April 2026 | 17:26 WIB
Kelompok Hizbullah di Lebanon.
Kelompok Hizbullah di Lebanon.

 

RADARSITUBONDO.ID - Kelompok Hizbullah di Lebanon menyampaikan harapan besar kepada Rusia agar dapat memainkan peran strategis dalam meredakan konflik berkepanjangan di Timur Tengah. Harapan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan kawasan yang melibatkan sejumlah kekuatan global dan regional.

Wakil Kepala Dewan Politik Hizbullah, Mahmoud Komati, menilai posisi Rusia cukup unik karena memiliki hubungan yang relatif dekat dengan berbagai negara penting di kawasan, termasuk Iran serta sejumlah negara Arab. Menurutnya, kedekatan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai jembatan diplomasi untuk mendorong penyelesaian konflik.

“Rusia, melalui hubungannya dengan Republik Islam Iran dan negara-negara Arab, bisa memainkan peranan penting, dan itulah harapan kami,” kata Komati. Ia menegaskan bahwa peran tersebut sangat dibutuhkan dalam situasi yang semakin kompleks dan penuh tekanan geopolitik. “Namun, Amerika Serikat menciptakan hambatan bagi peran tersebut.”

Baca Juga: Xiaomi Luncurkan Es Krim Varian Standard, Pro, dan Max, Langsung Ludes

Komati juga menyinggung langkah Amerika Serikat yang dinilai berupaya mengendalikan dinamika kawasan. Ia menyebut bahwa Washington, khususnya di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump, kini mencoba memanfaatkan pengaruh Rusia untuk menekan Iran agar menuju kesepakatan gencatan senjata.

Menurut Komati, pendekatan tersebut menunjukkan bahwa peran Rusia tidak bisa diabaikan dalam percaturan politik global, terutama di Timur Tengah. Ia bahkan meyakini bahwa kebutuhan terhadap keterlibatan Moskow akan semakin besar seiring berjalannya waktu. “Cepat atau lambat, mereka akan membutuhkan Rusia,” katanya.

Lebih lanjut, Hizbullah memandang kebijakan luar negeri Rusia secara positif. Komati menilai bahwa sikap Moskow yang menekankan pentingnya hukum internasional, perlindungan hak asasi manusia, serta penghormatan terhadap kedaulatan negara menjadi faktor yang memperkuat legitimasi peran Rusia di kawasan.

Baca Juga: Negosiasi 20 Jam di Islamabad Buntu, Trump Kecam Sikap Iran

Pandangan tersebut sekaligus menjadi kritik terhadap dominasi Amerika Serikat yang dinilai memperburuk situasi. Komati menggambarkan kondisi Timur Tengah saat ini sebagai wilayah yang masih dibayangi konflik dan ketidakstabilan akibat intervensi kekuatan besar.

“Namun, kawasan saat ini didominasi oleh hegemoni, agresi, pembunuhan, dan penghancuran oleh Amerika,” katanya.

Situasi ini mencerminkan persaingan pengaruh antara kekuatan global yang terus berlangsung di Timur Tengah. Di satu sisi, Rusia dipandang sebagai aktor potensial yang mampu menjembatani kepentingan berbagai pihak, sementara di sisi lain, kebijakan Amerika Serikat dinilai masih menjadi faktor penghambat terciptanya stabilitas jangka panjang.

Editor : Bayu Shaputra
#Konflik Timur Tengah #Rusia #hizbullah