RADARSITUBONDO.ID - Ketegangan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan pemimpin Gereja Katolik Pope Leo XIV memicu reaksi keras dari Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni. Pemerintah Italia secara terbuka menyatakan keberatan atas pernyataan Trump yang dinilai tidak pantas ditujukan kepada Paus.
Meloni menegaskan bahwa ucapan Trump telah melampaui batas dan tidak bisa diterima dalam konteks hubungan internasional maupun penghormatan terhadap institusi keagamaan.
“Saya menganggap kata-kata Presiden Trump mengenai Bapa Suci tidak dapat diterima. Paus adalah kepala Gereja Katolik, dan adalah benar dan wajar jika ia menyerukan perdamaian dan mengutuk semua bentuk perang,” kata Meloni dalam pernyataan resmi yang dirilis kantornya.
Baca Juga: Upaya Damai Terus Berlanjut, Peluang Negosiasi AS-Iran Masih Terbuka
Pernyataan tersebut muncul setelah Trump melontarkan kritik tajam terhadap Paus pada Minggu (12/4). Melalui platform media sosial miliknya, Trump secara terbuka menyerang kepemimpinan Paus Leo XIV. “Paus Leo LEMAH dalam hal Kejahatan, dan buruk dalam Kebijakan Luar Negeri,” tulisnya.
Tak berhenti di situ, Trump juga mempertanyakan kapasitas Paus dalam menjalankan tugasnya. Ia menilai Paus tidak menunjukkan kinerja yang memuaskan dalam berbagai isu global.
“Saya tidak menginginkan Paus yang berpikir bahwa Iran memiliki senjata nuklir itu tidak apa-apa. Saya tidak menginginkan Paus yang berpikir bahwa Amerika menyerang Venezuela itu mengerikan,” lanjutnya dalam pernyataan daring.
Baca Juga: Terkuak! Lebih dari Satu Tersangka Korupsi PUPR Situbondo, Tiga Nama Sudah Dikantongi
Trump bahkan meminta Paus untuk mengubah pendekatan kepemimpinannya. “Leo harus memperbaiki perilakunya sebagai Paus, menggunakan akal sehat, berhenti menuruti keinginan kaum Kiri Radikal, dan fokus menjadi Paus yang hebat, bukan seorang politisi,” tulisnya lagi, seraya menilai arah kebijakan Paus saat ini justru merugikan Gereja Katolik.
Polemik ini tidak hanya memicu reaksi dari Italia, tetapi juga dari negara lain. Presiden Iran Masoud Pezeshkian turut mengecam keras pernyataan Trump.
Ia menyebut penghinaan terhadap Paus sebagai tindakan yang tidak dapat dibenarkan, bahkan mengaitkannya dengan nilai-nilai keagamaan yang lebih luas.
Dalam pernyataannya di media sosial, Pezeshkian menegaskan bahwa penghinaan terhadap tokoh suci, termasuk Yesus, tidak bisa diterima oleh masyarakat mana pun yang menjunjung nilai kebebasan dan kemanusiaan. Ia menyampaikan sikap tersebut sebagai representasi dari rakyat Iran.
Kementerian Luar Negeri Iran juga menyuarakan kritik serupa. Juru bicara kementerian, Esmail Baghaei, menilai bahwa di tengah situasi global yang dipenuhi konflik dan ketegangan, pesan damai yang disampaikan Paus justru menjadi suara moral yang penting. Ia mengutip ajaran Injil yang menyerukan perdamaian sebagai respons terhadap kondisi dunia yang diliputi konflik bersenjata.
Baca Juga: Sempat Mogok 4 Bulan, Pelayanan Desa Kayu Putih Kembali Normal Meski Gaji Belum Cair!
Di sisi lain, Paus Leo XIV tetap mempertahankan sikapnya yang konsisten menyerukan perdamaian dan menolak kekerasan. Dalam pernyataan terpisah, ia menegaskan bahwa pesan yang disampaikannya berakar pada ajaran Injil dan tidak berkaitan dengan kepentingan politik tertentu.
Editor : Bayu Shaputra