RADARSITUBONDO.ID - Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyerukan agar kelompok Hizbullah menaati kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat antara Lebanon dan Israel. Seruan itu disampaikan melalui juru bicara PBB, Stephane Dujarric, dalam keterangan pers pada Kamis.
Menanggapi pertanyaan terkait pesan yang ingin disampaikan kepada Hizbullah setelah tercapainya kesepakatan, Dujarric menegaskan pentingnya kepatuhan penuh terhadap gencatan senjata tersebut.
Ia menyampaikan pernyataan Guterres dengan menekankan kondisi kemanusiaan yang memburuk akibat konflik berkepanjangan. “Untuk mematuhi gencatan senjata... Saya pikir rakyat Lebanon telah sangat menderita,” ujarnya.
Baca Juga: Pemerintah Buka 35 Ribu Lowongan BUMN, Pendaftaran Hingga 24 April 2026
Ia juga menambahkan bahwa situasi serupa dirasakan oleh masyarakat di wilayah Israel utara yang selama ini hidup dalam bayang-bayang konflik. “Selain itu, penduduk di Israel utara juga berhak untuk hidup dalam damai, dan kami berharap semua orang akan mematuhi gencatan senjata ini,” lanjutnya.
Pada hari yang sama, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan adanya kesepakatan antara Presiden Lebanon Joseph Aoun dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk memulai gencatan senjata selama 10 hari. Kesepakatan itu dijadwalkan berlaku mulai Kamis pukul 21.00 GMT atau Jumat pukul 04.00 WIB.
Trump menyebut langkah tersebut sebagai awal penting menuju stabilitas kawasan. Ia juga mengungkapkan rencana untuk mengundang kedua pemimpin ke Washington guna melanjutkan dialog dalam format yang lebih mendalam.
Baca Juga: Zodiak Hari ini, 17 April: Gemini Harus Berhenti Mengabaikan Tanda yang Sudah Terlalu Jelas
Dalam upaya mendorong proses perdamaian, Trump menugaskan Wakil Presiden JD Vance, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, serta Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine untuk berkoordinasi dengan pihak Israel dan Lebanon.
Langkah ini diarahkan untuk membuka jalan menuju perdamaian yang lebih permanen di kawasan yang selama ini dilanda konflik.
Editor : Bayu Shaputra