Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

AS Cegat Kapal Iran di Laut Arab, USS Spruance Lumpuhkan Touska

Bayu Shaputra • Senin, 20 April 2026 | 11:45 WIB
Pasukan AS yang beroperasi di Laut Arab memberlakukan tindakan blokade angkatan laut terhadap kapal kargo berbendera Iran yang mencoba berlayar menuju pelabuhan Iran. (The Guardian)
Pasukan AS yang beroperasi di Laut Arab memberlakukan tindakan blokade angkatan laut terhadap kapal kargo berbendera Iran yang mencoba berlayar menuju pelabuhan Iran. (The Guardian)

 

RADARSITUBONDO.ID - Laut Arab memanas setelah Komando Pusat Amerika Serikat menegakkan blokade terhadap kapal kargo berbendera Iran.

Insiden ini terjadi pada Minggu (19/4/2026) ketika kapal M/V Touska berupaya menuju pelabuhan Bandar Abbas, Iran, namun dicegat oleh kapal perang Amerika Serikat.

Langkah tersebut menjadi bagian dari kebijakan blokade laut yang resmi diberlakukan sejak pertengahan April, menyusul kegagalan perundingan antara kedua negara.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca BMKG Hari Ini: Hujan Petir hingga Berawan Tebal di Sejumlah Kota

Kementerian Perang Amerika Serikat menjelaskan bahwa kapal perusak berpeluru kendali USS Spruance (DDG-111) melakukan intersepsi saat Touska melintasi wilayah utara Laut Arab dengan kecepatan sekitar 17 knot.

Dalam pernyataan resminya disebutkan, "Kapal perusak berpeluru kendali USS Spruance (DDG-111) mencegat kapal M/V Touska saat melintasi bagian utara Laut Arab dengan kecepatan 17 knot dalam perjalanan menuju Bandar Abbas, Iran. Pasukan AS mengeluarkan beberapa peringatan dan memberi tahu kapal berbendera Iran tersebut bahwa mereka melanggar blokade yang diberlakukan AS."

Baca Juga: Bayern Muenchen Segel Titel Bundesliga 2025/2026 Usai Menang Dramatis 4-2

Namun, upaya komunikasi tersebut tidak mendapat respons dari awak kapal. Selama enam jam, Touska disebut tetap melanjutkan pelayaran tanpa mengindahkan peringatan berulang dari pihak militer AS.

"Setelah awak Touska tidak mematuhi peringatan berulang selama enam jam, USS Spruance memerintahkan agar ruang mesin kapal tersebut dikosongkan. Setelah itu, Spruance melumpuhkan sistem penggerak Touska dengan menembakkan beberapa peluru dari meriam 5 inci MK 45 ke arah ruang mesin," demikian keterangan lanjutan dalam pernyataan tersebut.

Baca Juga: Bayern Muenchen Segel Titel Bundesliga 2025/2026 Usai Menang Dramatis 4-2

Setelah kapal kehilangan kemampuan bergerak, pasukan dari 31st Marine Expeditionary Unit segera melakukan boarding. Operasi berlangsung tanpa laporan perlawanan berarti.

"Pasukan Marinir AS dari 31st Marine Expeditionary Unit kemudian menaiki kapal yang tidak patuh tersebut, yang saat ini berada dalam kendali AS."

Pihak militer Amerika menilai tindakan tersebut dilakukan sesuai prosedur dan prinsip proporsionalitas. Mereka juga menegaskan bahwa operasi blokade tidak hanya menyasar satu kapal.

"Pasukan AS bertindak secara terukur, profesional, dan proporsional untuk memastikan kepatuhan. Sejak dimulainya blokade, pasukan AS telah mengarahkan 25 kapal komersial untuk berbalik atau kembali ke pelabuhan Iran," sebut pernyataan tersebut.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump turut mengonfirmasi insiden ini melalui pernyataan publiknya. Ia menggambarkan Touska sebagai kapal besar yang mencoba menembus blokade.

"Hari ini, sebuah kapal kargo berbendera Iran bernama TOUSKA, dengan panjang hampir 900 kaki dan bobot mendekati kapal induk, mencoba menerobos blokade laut kami—dan hasilnya tidak berjalan baik bagi mereka."

Baca Juga: Borussia Moenchengladbach Ditahan Mainz 05 1-1, Penalti Menit Akhir Gagalkan Kemenangan

Trump menambahkan bahwa pihaknya telah memberikan kesempatan bagi kapal tersebut untuk menghentikan pelayaran secara sukarela. Namun, peringatan itu diabaikan sehingga militer mengambil langkah langsung.

"Karena itu, kapal angkatan laut kami menghentikan pergerakan mereka secara langsung dengan menembak ruang mesin kapal," ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa kapal Touska sebelumnya telah masuk dalam daftar sanksi Kementerian Keuangan AS karena dugaan keterlibatan dalam aktivitas ilegal.

Saat ini, kapal tersebut berada di bawah kendali penuh militer AS dan tengah menjalani pemeriksaan lebih lanjut terhadap muatannya. 

"Saat ini kapal tersebut sepenuhnya berada dalam kendali kami dan kami sedang memeriksa muatannya," kata Trump.

Blokade laut yang diberlakukan Amerika Serikat mencakup seluruh kapal dari berbagai negara yang keluar masuk pelabuhan Iran.

Kebijakan ini mulai efektif sejak 13 April, tidak lama setelah perundingan antara Washington dan Teheran yang digelar di Pakistan berakhir tanpa kesepakatan.

Pemerintah AS menegaskan bahwa langkah ini akan terus diberlakukan hingga tercapai kesepakatan baru antara kedua pihak.

Editor : Bayu Shaputra
#blokade laut AS #kapal Iran Touska #USS Spruance #Laut Arab #Donald Trump