Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Viral Foto Tentara Israel Rusak Patung Yesus Picu Kritik Global

Bayu Shaputra • Senin, 20 April 2026 | 12:45 WIB
Seorang prajurit Israel Defense Forces (IDF) tampak menghancurkan patung Yesus Kristus di Lebanon selatan dalam gambar yang diunggah ke media sosial pada 19 April 2026. (The Times of Israel)
Seorang prajurit Israel Defense Forces (IDF) tampak menghancurkan patung Yesus Kristus di Lebanon selatan dalam gambar yang diunggah ke media sosial pada 19 April 2026. (The Times of Israel)

 

RADARSITUBONDO.ID - Gelombang kecaman internasional menguat setelah beredarnya foto yang memperlihatkan seorang tentara Israel merusak patung Yesus Kristus di wilayah Lebanon selatan.

Gambar tersebut menyebar luas di media sosial dan memicu reaksi keras dari berbagai kalangan, terutama karena dianggap sebagai pelanggaran terhadap simbol keagamaan di tengah konflik yang masih berlangsung di kawasan Timur Tengah.

Foto yang viral itu menunjukkan seorang prajurit menggunakan palu besar untuk menghancurkan patung Yesus yang berada di pinggiran Desa Debl, sebuah wilayah yang terletak dekat perbatasan Israel.

Aksi tersebut segera menuai kritik tajam dari aktivis, politisi, hingga masyarakat sipil yang menilai tindakan itu sebagai bentuk penodaan simbol agama yang tidak dapat dibenarkan.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca BMKG Hari Ini: Hujan Petir hingga Berawan Tebal di Sejumlah Kota

Militer Israel kemudian mengonfirmasi keaslian foto tersebut. Dalam pernyataannya, pihak militer menyebut bahwa gambar itu “menunjukkan seorang tentara yang sedang beroperasi di Lebanon selatan,” yakni wilayah yang sejak beberapa waktu terakhir menjadi lokasi operasi darat Israel.

Operasi tersebut berlangsung bersamaan dengan serangan udara dalam eskalasi konflik yang turut melibatkan Iran dan mendapat dukungan dari Amerika Serikat.

Pihak militer Israel juga menyampaikan bahwa investigasi internal telah dibuka. Mereka menegaskan bahwa “langkah yang tepat akan diambil terhadap pihak yang terlibat sesuai dengan hasil penyelidikan.” 

Baca Juga: Bayern Muenchen Segel Titel Bundesliga 2025/2026 Usai Menang Dramatis 4-2

Reaksi keras datang dari kalangan politisi Palestina di Israel. Ayman Odeh, anggota parlemen Israel, menyampaikan kritik dengan nada sarkastik melalui media sosial.

Ia mengatakan, “Kita tunggu saja apakah nantinya akan ada pernyataan resmi yang menyebut bahwa prajurit tersebut ‘merasa terancam oleh sosok Yesus’.” Pernyataan tersebut mencerminkan sindiran terhadap narasi keamanan yang kerap digunakan dalam berbagai insiden serupa.

Hal senada juga disampaikan Ahmad Tibi, anggota parlemen Israel lainnya dari kalangan Palestina. Dalam unggahannya di Facebook, ia menyoroti adanya pola tindakan yang dinilai berulang tanpa konsekuensi hukum.

Ia menulis, “Ketika perusakan masjid dan gereja di Gaza, hingga tindakan merendahkan rohaniwan Kristen di Yerusalem, dibiarkan tanpa pertanggungjawaban, maka tidak mengherankan jika ada yang merasa bebas merusak patung Yesus Kristus dan bahkan menyebarkannya ke publik.”

Ia juga menyinggung kontroversi yang melibatkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan mengatakan, “Mungkin para rasis ini juga belajar dari Donald Trump untuk menghina Yesus Kristus dan Paus Leo?” Pernyataan tersebut semakin menambah dimensi politik dalam respons terhadap insiden tersebut.

Baca Juga: Gunung Dukono Erupsi Pagi Ini, Abu Vulkanik Capai 1,4 Kilometer

Kecaman tidak hanya datang dari kalangan politik, tetapi juga dari akademisi dan aktivis yang menyoroti pola serangan terhadap situs keagamaan.

Di media sosial, banyak pengguna mempertanyakan apa yang mereka sebut sebagai “diamnya dunia Barat” terhadap insiden serupa. Ahmad Tibi menambahkan, “Ketika dunia Barat tetap diam, para rasis dan penjajah akan melangkah lebih jauh.”

Insiden perusakan situs keagamaan sendiri bukanlah hal baru dalam konflik yang berlangsung. Dalam perang di Gaza, pasukan Israel dilaporkan beberapa kali menyerang masjid dan gereja.

Di wilayah Tepi Barat yang diduduki Israel, puluhan masjid juga tercatat menjadi sasaran vandalisme atau serangan oleh pemukim sepanjang tahun lalu, menurut data dari otoritas Palestina.

Baca Juga: Tragis! Adu Banteng di Kalibagor, Pemotor 25 Tahun Tewas Usai Salip Kendaraan

Selain itu, laporan dari Religious Freedom Data Center mencatat ratusan insiden kekerasan terhadap umat Kristen dalam kurun waktu Januari 2024 hingga September 2025.

Sebagian besar insiden terjadi di Kota Tua Yerusalem Timur, dengan berbagai bentuk pelecehan mulai dari penghinaan verbal, vandalisme, hingga serangan fisik terhadap rohaniwan dan individu yang menampilkan simbol keagamaan.

Sementara itu, Israel Defense Forces menyatakan bahwa tindakan prajurit tersebut “sangat bertentangan dengan nilai-nilai yang diharapkan dari pasukan Israel.” Investigasi kini ditangani oleh Komando Utara melalui jalur internal, dengan janji bahwa tindakan disipliner akan dijatuhkan sesuai hasil penyelidikan.

Sebagai langkah lanjutan, militer Israel juga menyatakan akan membantu komunitas Kristen setempat untuk memulihkan patung yang dirusak.

Namun demikian, langkah tersebut dinilai belum cukup untuk meredakan kritik global yang menyoroti isu lebih luas, yakni perlindungan terhadap kebebasan beragama serta penghormatan terhadap simbol-simbol suci di tengah konflik bersenjata.

Editor : Bayu Shaputra
#tentara Israel #patung Yesus #IDF