RADARSITUBONDO.ID - Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara mendadak mengumumkan perpanjangan gencatan senjata dengan Iran pada Selasa malam waktu setempat.
Keputusan tersebut disampaikan melalui akun media sosial Truth Social miliknya, hanya beberapa jam sebelum batas waktu gencatan sebelumnya berakhir.
Dalam pernyataannya, Trump menegaskan bahwa perpanjangan dilakukan hingga pihak Iran mengajukan proposal konkret untuk melanjutkan proses negosiasi. Meski demikian, langkah ini tidak diikuti dengan pelonggaran tekanan militer dari pihak Amerika Serikat.
Baca Juga: 14 Desa di Situbondo Belum Kembalikan Dana Desa, 5 Tanpa Progres! Terancam Diberhentikan Sementara
Trump memastikan bahwa blokade Angkatan Laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran tetap berlangsung.
“Saya telah menginstruksikan militer kami untuk melanjutkan blokade dan, dalam segala hal lainnya, tetap siap dan mampu,” tulis Trump. Ia juga menambahkan, “Dan oleh karena itu akan memperpanjang gencatan senjata sampai proposal mereka diajukan, dan diskusi diselesaikan, dengan satu atau lain cara.”
Menurut Trump, kebuntuan dalam dialog antara kedua negara dipengaruhi oleh kondisi internal pemerintahan Iran yang dinilai tengah mengalami keretakan serius. Ia menyebut situasi tersebut menjadi salah satu faktor yang memperlambat tercapainya kesepakatan.
Selain itu, Trump mengungkapkan bahwa keputusan menunda serangan militer terhadap Iran juga dipengaruhi oleh permintaan dari pihak Pakistan.
“Berdasarkan fakta bahwa Pemerintah Iran sedang mengalami keretakan yang serius, dan atas permintaan Marsekal Lapangan Asim Munir serta Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, kami diminta untuk menunda serangan terhadap Iran,” tulisnya.
Pengumuman ini sekaligus berdampak pada agenda diplomatik Amerika Serikat. Gedung Putih mengonfirmasi bahwa Wakil Presiden JD Vance tidak jadi melakukan kunjungan ke Pakistan, padahal sebelumnya dijadwalkan menghadiri putaran kedua pembicaraan damai di negara tersebut.
Seorang pejabat Gedung Putih menyampaikan bahwa agenda tersebut ditunda tanpa kepastian waktu baru. “Perjalanan ke Pakistan tidak akan terjadi hari ini. Pembaruan lebih lanjut mengenai pertemuan tatap muka akan diumumkan oleh Gedung Putih,” ujarnya dalam pernyataan resmi.
Keputusan Trump memperpanjang gencatan senjata ini terbilang berlawanan dengan sikap yang ia sampaikan sebelumnya. Beberapa jam sebelum pengumuman, Trump sempat menyatakan keengganannya untuk memperpanjang kesepakatan tersebut.
Dalam wawancara, ia mengatakan, “Saya tidak ingin melakukan itu,” saat ditanya mengenai kemungkinan perpanjangan gencatan senjata. Ia juga menekankan bahwa waktu untuk mencapai kesepakatan semakin terbatas dan kedua pihak didorong untuk segera bernegosiasi.
Baca Juga: Bukan Bos, Dua Karyawan Jadi Terdakwa Penimbunan Solar! Dalang Utama Masih Buron
Trump menilai Iran tidak memiliki banyak pilihan selain melanjutkan dialog.
“Kita tidak punya banyak waktu, karena pada saat kedua pihak sampai di sana, seperti yang Anda ketahui, mereka baru saja mendapat persetujuan untuk melanjutkan, yang saya tahu akan mereka lakukan, saya rasa mereka tidak punya pilihan. Mereka harus bernegosiasi,” jelasnya.
Terkait ancaman militer yang sebelumnya dilontarkan, termasuk rencana pengeboman infrastruktur strategis di Iran, Trump menyebut langkah tersebut bukan pilihan utama, tetapi bisa berdampak signifikan terhadap kemampuan militer Iran.
Baca Juga: Bos Penimbun Solar Jadi DPO, 42 Ton BBM Raib! Tujuan Penjualan Masih Misteri
“Ini bukan pilihan saya, tetapi ini juga akan merugikan mereka secara militer. Mereka menggunakan jembatan-jembatan itu untuk senjata mereka, untuk pergerakan rudal mereka,” ujarnya.
Di sisi lain, Trump menilai Iran sebenarnya memiliki peluang besar untuk mencapai kesepakatan yang menguntungkan. Ia menyebut rakyat Iran sebagai pihak yang luar biasa, meski kepemimpinannya dinilai keras.
“Jika (Iran) mencapai kesepakatan, mereka dapat menjadikan diri mereka sebagai negara yang kuat lagi, negara yang hebat lagi,” kata Trump.
Editor : Bayu Shaputra