Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Pengusaha Kolkata Ditangkap, Diduga Terlibat Skandal Lahan Ilegal dan Pencucian Uang Rp2,1 Triliun

Agung Sedana • Kamis, 23 April 2026 | 14:59 WIB
Ilustrasi penangkapan. (FOTO: Radar Situbondo)
Ilustrasi penangkapan. (FOTO: Radar Situbondo)

RADARSITUBONDO - Direktorat Penegakan Hukum India atau Enforcement Directorate menangkap seorang pengusaha asal Kolkata, Joy S Kamdar, pada Minggu terkait dugaan kasus penguasaan lahan ilegal dan pencucian uang dalam skala besar.

Kamdar yang diketahui menjabat sebagai Direktur Pelaksana Sun Enterprise diduga memfasilitasi transaksi ilegal senilai sekitar Rs 1.100 crore atau setara lebih dari Rp2,1 triliun melalui jaringan perusahaan fiktif.

Dalam penyelidikan awal, aparat menemukan bahwa Kamdar memiliki keterkaitan erat dengan sosok Biswajit Poddar, seorang residivis yang disebut-sebut memiliki jaringan kuat, termasuk dugaan relasi dengan tokoh berpengaruh. Pappu diduga menjalankan praktik pemerasan dan penguasaan lahan dengan kedok bisnis properti.

Jejak aliran dana juga mengarah pada sejumlah perusahaan. Kamdar diketahui menjabat sebagai direktur di Supreme Credit Corporation Ltd yang diduga menyalurkan dana sebesar Rs 1,5 crore ke perusahaan milik Pappu, SP Construction. Selain itu, perusahaan Heaven Valley yang dimiliki oleh istri Pappu, Soma Sonar Podder, juga diduga terlibat dalam transaksi mencurigakan.

Saat diperiksa, Soma Podder mengaku tidak mengetahui aktivitas bisnis tersebut dan menyatakan seluruh pengelolaan keuangan dijalankan oleh suaminya.

Dari hasil penggeledahan, penyidik menyita sejumlah perangkat digital milik Kamdar. Di dalamnya ditemukan percakapan serta catatan transaksi yang mengarah pada praktik pencucian uang.

Salah satu temuan menyebutkan dana sekitar Rs 40 crore dialihkan dari Calcutta Gujarati Education Society ke beberapa entitas fiktif, termasuk perusahaan bernama Chicas Enterprise.

Tak hanya itu, penyidik juga mengungkap adanya setoran tunai lebih dari Rs 500 crore dalam kurun waktu empat bulan, yang menjadi bagian dari siklus transaksi lebih besar senilai Rs 1.100 crore.

Setelah ditangkap, Kamdar sempat tidak dapat dihadirkan di pengadilan karena mengeluhkan nyeri dada. Pemeriksaan medis di RG Kar Medical College and Hospital menyatakan ia belum layak untuk menjalani persidangan pada saat itu.

Namun pada Senin, pengadilan khusus akhirnya mengabulkan permohonan penahanan yang diajukan ED hingga 28 April setelah kondisi Kamdar dinyatakan membaik dan layak dihadirkan.

Pihak kuasa hukum Kamdar sempat mengajukan permohonan jaminan dengan alasan kliennya akan kooperatif. Mereka juga berargumen bahwa transaksi tersebut belum tentu ilegal tanpa bukti bahwa sumber dana berasal dari aktivitas melawan hukum.

Di sisi lain, jaksa penuntut mengungkap bahwa petugas menemukan uang tunai dalam jumlah besar di kediaman Kamdar, serta sebuah buku berisi catatan transaksi dan nama-nama yang diduga terkait jaringan tersebut. Penyidik juga menemukan bukti komunikasi transaksi keuangan lintas negara, termasuk di Inggris, Malaysia, dan Dubai.

ED menyebut Kamdar tidak kooperatif selama proses penyelidikan dan telah mengabaikan dua panggilan sebelumnya.

Kasus ini bermula dari serangkaian penggerebekan di enam lokasi berbeda di Kolkata, termasuk kediaman Pappu di Ballygunge dan rumah rekannya di Jalan Kakulia. Dalam penggerebekan tersebut, petugas menemukan uang tunai sebesar Rs 1,2 crore yang tidak dilaporkan.

Penyelidikan ini berfokus pada dugaan “skandal perumahan”, di mana lahan sengketa diduga diambil alih secara paksa atau melalui pemalsuan dokumen, lalu dijual kembali dengan harga tinggi.

Hingga saat ini, Biswajit Poddar alias Sona Pappu masih dalam status buron. Aparat terus memburu keberadaannya, sementara dugaan keterlibatannya dalam praktik pemerasan dan pembangunan ilegal menjadi fokus utama dalam pengembangan kasus.

Editor : Agung Sedana
#ED #kolkata