RADARSITUBONDO.ID - Gelombang panas meluas di berbagai wilayah India sejak Kamis (23/4/2026), mencakup kawasan utara, tengah, hingga timur negara tersebut.
Data dari IQAir menunjukkan sejumlah negara bagian seperti Bihar, Benggala Barat, Odisha, Uttar Pradesh, Madhya Pradesh, Rajasthan, Chhattisgarh, Punjab, Haryana, dan Delhi mengalami lonjakan suhu hingga sekitar 40 derajat celsius.
Situasi ini menempatkan India sebagai pusat suhu ekstrem global.
“Berdasarkan laporan terbaru, 19 dari 20 kota terpanas di dunia saat ini berada di India. Di antara lokasi-lokasi yang paling parah terkena dampaknya adalah Bhagalpur di Bihar, Talcher di Odisha, Asansol di Benggala Barat, dan Medinipur di Benggala Barat,” kata IQAir dikutip dari laman resminya, Jumat (24/4/2026).
Baca Juga: Persib Bandung Masih Puncaki Klasemen, Marc Klok Tekankan Konsistensi Hadapi Sisa Laga
Kondisi panas ekstrem tersebut dipicu kombinasi faktor cuaca dan iklim. Pemanasan permukaan bumi terjadi akibat suhu tinggi pra-musim hujan yang cukup kuat.
Minimnya tutupan awan membuat radiasi matahari langsung mengenai permukaan dalam durasi panjang. Di sisi lain, berkurangnya salju musim dingin di kawasan Himalaya dan sebagian Eurasia ikut mengurangi efek pendinginan alami.
“Berkurangnya hujan salju musim dingin di Himalaya dan beberapa bagian Eurasia juga berkontribusi pada suhu yang lebih tinggi dengan mengurangi efek pendinginan alami. Pada saat yang sama, angin barat laut yang panas dan kering menekan curah hujan di sebagian besar negara,” jelas IQAir.
Baca Juga: Persib Bandung vs Arema FC: Posisi Puncak Terancam, Hodak Bicara Tekanan
Fenomena ini juga berkaitan dengan dinamika di Samudra Pasifik, khususnya kondisi netral El Niño-Southern Oscillation yang memungkinkan suhu tinggi bertahan lebih lama.
Dampaknya tidak hanya dirasakan di wilayah daratan utama India, tetapi juga menjalar hingga kawasan dekat Himalaya dan dataran timur yang berbatasan dengan Nepal.
Gelombang panas mulai terdeteksi sejak 20 April 2026 ketika suhu meningkat tajam di sejumlah wilayah.
India Meteorological Department memperkirakan kondisi ini masih akan berlangsung hingga 27 April 2026. Sejumlah peringatan telah dikeluarkan seiring tren suhu yang terus meningkat.
Direktur Jenderal IMD, Mrutyunjay Mohapatra, menyebut beberapa wilayah memang secara klimatologis memiliki suhu tinggi yang berpotensi melampaui 40 derajat celsius, bahkan tanpa gelombang panas.
“Misalnya, suhu normal di wilayah Vidarbha (Maharashtra) sekitar 41 hingga 42 derajat celcius pada waktu ini setiap tahunnya. Demikian pula, suhu normal di Uttar Pradesh dan Haryana mencapai 40 hingga 44 derajat celcius menjelang bulan Mei,” ucapnya.
“Oleh karena itu, kami harus bersiap menghadapi hari-hari dengan suhu tinggi seperti itu,” lanjut dia.
Baca Juga: Gagal Lolos, Italia Diusulkan Tampil di Piala Dunia 2026 Lewat Jalur Khusus
Risiko kesehatan menjadi perhatian utama. Paparan panas ekstrem dapat berdampak serius, terutama bagi anak-anak, lansia, dan individu dengan kondisi medis tertentu. Pemerintah India telah mengeluarkan peringatan dini di berbagai wilayah terdampak.
Delhi masih berada dalam status peringatan hingga 24 April 2026, sementara peringatan panas parah berlaku di Rajasthan, Madhya Pradesh, Uttar Pradesh, Punjab, Haryana, dan sebagian wilayah timur.
Meski demikian, pemerintah belum mengambil langkah evakuasi ke tempat penampungan darurat. Upaya mitigasi difokuskan pada penyebaran informasi dan peningkatan kewaspadaan masyarakat.
Baca Juga: KPK Jadwalkan Pemeriksaan Khalid Basalamah dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
IMD membentuk grup komunikasi berbasis WhatsApp untuk menjangkau pekerja lapangan seperti pedagang kaki lima dan buruh tani. Selain itu, papan pengumuman dipasang di sejumlah titik untuk memberikan informasi terkait gelombang panas dan langkah antisipasi.
Pejabat kesehatan mengimbau masyarakat menjaga asupan cairan, membatasi aktivitas luar ruangan pada siang hari, serta mengenakan pakaian ringan. Warga juga diminta mengenali gejala kelelahan akibat panas dan sengatan panas.
Kondisi ini diperparah dengan suhu malam hari yang tetap tinggi di sejumlah wilayah seperti Delhi, Haryana, Odisha, dan Konkan, yang mengurangi kesempatan tubuh untuk beristirahat dari tekanan panas.
Editor : Bayu Shaputra