RADARSITUBONDO.ID - Kabar duka datang dari penugasan internasional Tentara Nasional Indonesia di Lebanon. Kementerian Pertahanan menyampaikan bahwa satu prajurit TNI Angkatan Darat, Praka Rico Pramudia, meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis akibat luka yang dideritanya saat bertugas dalam misi perdamaian dunia.
Melalui unggahan di akun Instagram resmi Kementerian Pertahanan, disampaikan ungkapan belasungkawa atas kepergian prajurit tersebut.
Dalam pernyataan itu disebutkan, "Gugurnya Praka Rico Pramudia dalam pelaksanaan misi perdamaian dunia bersama UNIFIL di Lebanon Selatan menjadi duka yang mendalam. Almarhum wafat setelah menjalani perawatan akibat luka yang dialami dalam penugasan."
Baca Juga: Amerika Serikat Buru Pemimpin KSS Irak, Imbalan Capai 10 Juta Dolar AS
Peristiwa ini menambah daftar korban dari insiden serangan yang menimpa kontingen Indonesia di wilayah Lebanon Selatan. Hingga kini, informasi rinci mengenai kronologi lengkap kejadian masih terus didalami.
Upaya konfirmasi kepada Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah juga telah dilakukan, namun belum mendapatkan respons hingga berita ini disusun.
Sebelumnya, Praka Rico Pramudia diketahui menjadi salah satu dari tiga prajurit TNI yang mengalami luka dalam serangan yang terjadi pada akhir Maret lalu.
Dalam keterangan sebelumnya, Aulia menjelaskan bahwa Rico mengalami luka berat, sementara dua prajurit lainnya, Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan, hanya mengalami luka ringan dan telah mendapatkan penanganan medis.
Baca Juga: Persib Gagal Menang, Persaingan Puncak Klasemen Super League Makin Ketat
Serangan tersebut terjadi ketika posisi penugasan kontingen Indonesia di kawasan Adshit al-Qusyar, Lebanon Selatan, terkena tembakan artileri. Insiden itu juga menelan korban jiwa lain, yakni Praka Farizal Romadhon, yang gugur di lokasi akibat terkena serangan langsung.
Setelah mengalami luka serius, Praka Rico segera dievakuasi menggunakan helikopter menuju Rumah Sakit St. George di Beirut untuk mendapatkan perawatan intensif. Upaya medis telah dilakukan secara maksimal, namun nyawanya tidak dapat diselamatkan.
Editor : Bayu Shaputra