RADARSITUBONDO.ID - Sistem pertahanan udara dilaporkan aktif di wilayah Kermanshah dan kawasan pinggirannya. Aktivitas tersebut menjadi perhatian setelah sejumlah suara terdengar jelas di berbagai sudut kota.
Kantor berita Mehr menyebutkan bahwa fenomena ini memicu spekulasi di kalangan warga setempat, meski belum ada penjelasan resmi dari pemerintah Iran.
“Sumber lokal mengeklaim suara ini berasal dari pengujian sistem pertahanan, tetapi sumber resmi belum mengumumkan konfirmasi mengenai hal ini,” tulis laporan tersebut.
Hingga kini, otoritas Iran belum memberikan pernyataan terbuka terkait pengaktifan sistem tersebut, sehingga memunculkan ketidakpastian mengenai tujuan aktivitas militer tersebut.
Baca Juga: Oknum Polisi Aniaya Ojol di Situbondo, Sudah Damai Tapi Tetap Disanksi! Status Duda Jadi Sorotan
Situasi ini terjadi di tengah ketidakjelasan arah negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran yang sedianya berlangsung di Pakistan. Presiden AS Donald Trump secara mengejutkan memerintahkan pembatalan perjalanan utusannya ke Islamabad.
Keputusan itu disampaikan melalui panggilan telepon kepada wartawan serta unggahan di media sosial, tidak lama setelah Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi meninggalkan ibu kota Pakistan.
Sebelumnya, menantu Trump, Jared Kushner, bersama utusan khusus Steve Witkoff, dijadwalkan menghadiri putaran kedua pembicaraan damai dengan pihak Iran. Namun rencana tersebut dibatalkan secara sepihak oleh Trump.
Baca Juga: Lawan Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026 Terungkap, Oman Siap Datang ke Jakarta
"Saya baru saja membatalkan perjalanan perwakilan saya ke Islamabad, Pakistan, untuk bertemu dengan pihak Iran. Terlalu banyak waktu terbuang untuk perjalanan, terlalu banyak pekerjaan!" tulis Trump.
Ia juga menyinggung kondisi internal Iran yang dinilainya tidak solid. "Selain itu, ada perselisihan internal dan kebingungan yang luar biasa di dalam 'kepemimpinan' mereka (Iran). Tidak ada yang tahu siapa yang bertanggung jawab, termasuk mereka sendiri," lanjutnya.
Meski membatalkan agenda diplomatik tersebut, Trump tidak sepenuhnya menutup peluang dialog. Ia menyatakan Iran tetap dapat membuka komunikasi jika menghendaki pembicaraan lanjutan.
Namun, ia menepis anggapan bahwa langkah tersebut menjadi sinyal eskalasi konflik militer.
"Tidak. Itu tidak berarti demikian. Kami belum memikirkannya," ujarnya.
Baca Juga: Maarten Paes Clean Sheet, Ajax Tekuk NAC 2-0
Di sisi lain, Amerika Serikat diketahui telah memperpanjang gencatan senjata dengan Iran yang mulai berlaku sejak 8 April tanpa batas waktu yang ditentukan.
Hal ini menunjukkan bahwa meskipun jalur diplomasi mengalami hambatan, kedua pihak masih menjaga ruang untuk menghindari konfrontasi terbuka.
Baca Juga: Iran Ajukan Solusi Perdamaian, AS Dinilai Belum Serius dalam Diplomasi
Dalam pernyataan terpisah di landasan Bandara Palm Beach, Florida, Trump mengungkapkan bahwa Iran sempat mengirimkan dokumen baru tak lama setelah pembatalan perjalanan diumumkan.
"Yang menarik, segera setelah saya membatalkannya, dalam waktu 10 menit, kami mendapatkan dokumen baru yang jauh lebih baik," katanya.
Editor : Bayu Shaputra