Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Penembakan di Acara Gedung Putih, Tersangka Terancam Dakwaan Tambahan

Bayu Shaputra • Selasa, 28 April 2026 | 20:34 WIB
Tersangka setelah insiden penembakan di White House Correspondents
Tersangka setelah insiden penembakan di White House Correspondents' Dinner di Washington, D.C., Amerika Serikat, Sabtu (25/4/2026). (ANTARA)

 

RADARSITUBONDO.ID - Otoritas hukum Amerika Serikat terus mengembangkan penyelidikan atas insiden penembakan yang menargetkan acara makan malam koresponden Gedung Putih di Washington.

Jaksa untuk Distrik Columbia, Jeanine Pirro, menyampaikan pada Senin bahwa dakwaan terhadap tersangka akan diperluas seiring proses penyidikan yang masih berlangsung.

Tersangka bernama Cole Tomas Allen, yang terlibat dalam peristiwa pada Sabtu, telah lebih dulu dihadapkan ke pengadilan federal. Ia dikenai sejumlah dakwaan serius, termasuk percobaan pembunuhan terhadap Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Baca Juga: Prabowo Fokus Keselamatan, 1.800 Perlintasan Kereta di Jawa Akan Diperbaiki

Pirro menegaskan bahwa proses hukum belum selesai dan masih akan berkembang.

“Akan ada dakwaan tambahan seiring penyelidikan ini terus berkembang,” ujarnya kepada wartawan.

 Ia juga menyoroti kepemilikan berbagai senjata oleh tersangka, mulai dari senapan hingga senjata semi-otomatis dan sejumlah pisau, yang dinilai menunjukkan adanya indikasi kuat niat melakukan tindakan kekerasan. Menurutnya, anggapan bahwa tersangka tidak memiliki niat tersebut adalah “tidak masuk akal.”

Baca Juga: Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek, 13 Kereta Jarak Jauh Batal Berangkat Hari Ini

Sementara itu, Penjabat Jaksa Agung, Todd Blanche, mengungkapkan bahwa Departemen Kehakiman telah mengajukan tiga dakwaan federal. Salah satunya adalah percobaan pembunuhan presiden yang dapat berujung hukuman penjara seumur hidup.

Selain itu, dakwaan lain mencakup pengangkutan senjata api melintasi negara bagian serta penggunaan senjata dalam tindak kekerasan. Kedua pelanggaran tersebut membawa ancaman hukuman minimal wajib hingga 10 tahun penjara.

Blanche menilai langkah aparat penegak hukum dalam menangani kasus ini telah sesuai prosedur dan dinilai berhasil menggagalkan rencana serangan yang lebih besar.

Direktur Biro Investigasi Federal, Kash Patel, menyampaikan bahwa pihaknya telah menjalankan respons menyeluruh. Upaya tersebut meliputi serangkaian wawancara serta penggeledahan di beberapa wilayah, termasuk California dan Connecticut.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Dinas Rahasia Amerika Serikat yang dinilai sigap dalam mencegah tersangka memasuki lokasi acara.

Langkah tersebut disebut berhasil “menghentikan serangan besar agar tidak menjadi lebih buruk.” Patel menambahkan bahwa hingga saat ini tidak ditemukan ancaman lain yang dinilai kredibel terhadap wilayah tersebut.

Baca Juga: Tragedi Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Korban Meninggal Jadi 14 Orang

Allen, pria berusia 31 tahun asal California, ditangkap setelah mencoba menerobos pos pemeriksaan Dinas Rahasia di Washington Hilton Hotel, tempat berlangsungnya acara tahunan tersebut. Ia kini masih ditahan dan akan menjalani sidang lanjutan terkait status penahanan jangka panjang yang dijadwalkan pada Kamis mendatang.

Editor : Bayu Shaputra
#penembakan Washington #dakwaan tambahan #percobaan pembunuhan Trump #Cole Tomas Allen