Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Korupsi di Singapura 2025 Tetap Rendah, Laporan CPIB Turun 10 Persen

Bayu Shaputra • Rabu, 29 April 2026 | 14:43 WIB
Patung Merlion di Singapore Harbour, Singapura. (Foto: Freepik)
Patung Merlion di Singapore Harbour, Singapura. (Foto: Freepik)

 

RADARSITUBONDO.ID - Kondisi korupsi di Singapura sepanjang 2025 dinilai tetap berada dalam kendali yang kuat. Corrupt Practices Investigation Bureau atau CPIB menyampaikan bahwa jumlah laporan maupun kasus yang masuk dalam proses penyelidikan masih tergolong rendah dibandingkan tahun sebelumnya.

Dalam keterangan resmi yang dirilis Selasa (28/4), CPIB mencatat terdapat 160 laporan dugaan korupsi yang diterima sepanjang 2025. Angka tersebut mengalami penurunan sekitar 10 persen dibandingkan 2024 yang mencapai 177 laporan.

Penurunan juga terlihat pada jumlah kasus yang secara resmi didaftarkan untuk diselidiki, dari 75 kasus pada tahun sebelumnya menjadi 68 kasus pada tahun ini.

Baca Juga: Hasil Piala Thomas 2026: Indonesia Gagal Lolos Fase Grup untuk Pertama Kali

Dari total 68 kasus yang masuk tahap penyelidikan, hanya satu kasus yang berkaitan langsung dengan sektor publik. Fakta ini menunjukkan tingkat integritas aparatur negara di Singapura masih relatif tinggi.

Menariknya, terdapat 22 kasus atau sekitar 32 persen yang justru melibatkan pegawai sektor publik yang menolak praktik suap dari masyarakat. Hal ini memperlihatkan adanya resistensi kuat terhadap praktik korupsi di kalangan aparatur pemerintah.

Di sisi penegakan hukum, sebanyak 90 individu telah diajukan ke pengadilan sepanjang 2025 terkait kasus yang ditangani CPIB. Dari jumlah tersebut, mayoritas besar berasal dari sektor swasta. Tercatat 84 orang atau sekitar 94 persen merupakan pelaku dari kalangan swasta, sedangkan hanya enam orang atau 6 persen berasal dari sektor publik.

Baca Juga: AHY Tinjau Korban Kecelakaan KRL dan Argo Bromo Anggrek di RSUD Bekasi

Dalam analisis jangka panjang, CPIB menyoroti bahwa selama satu dekade terakhir, praktik korupsi di sektor swasta cenderung terkonsentrasi pada sejumlah industri tertentu.

Bidang seperti konstruksi, manufaktur, serta transportasi dan penyimpanan dinilai memiliki kerentanan lebih tinggi terhadap praktik ilegal tersebut.

Meski demikian, persepsi masyarakat terhadap kondisi korupsi di Singapura tetap sangat positif. Hasil survei yang dilakukan menunjukkan bahwa 98 persen responden menilai situasi korupsi berada dalam kategori baik hingga sangat baik. Tingginya tingkat kepercayaan publik ini menjadi indikator kuat bahwa upaya pemberantasan korupsi berjalan efektif.

Responden dalam survei tersebut juga mengidentifikasi sejumlah faktor utama yang mendukung rendahnya tingkat korupsi. Di antaranya adalah komitmen politik yang kuat, penerapan budaya tanpa toleransi terhadap korupsi, serta keberadaan regulasi antikorupsi yang dinilai efektif dan tegas.

CPIB menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kondisi tersebut melalui penegakan hukum yang konsisten serta kolaborasi dengan berbagai pihak.

"Situasi korupsi di Singapura tetap terkendali dengan baik. CPIB akan terus melakukan penegakan hukum yang efektif terhadap para pelaku korupsi serta memperdalam kemitraan dengan para pemangku kepentingan dan masyarakat guna menjaga negara kita bebas dari korupsi," ungkap biro tersebut.

Editor : Bayu Shaputra
#korupsi Singapura 2025 #laporan CPIB