Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Trump Siapkan Blokade Baru Iran, Tekan Ekspor Minyak dan Jalur Pelayaran

Bayu Shaputra • Rabu, 29 April 2026 | 16:45 WIB
Presiden Donald Trump.
Presiden Donald Trump.

 

RADARSITUBONDO.ID - Laporan terbaru menyebutkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump tengah mempertimbangkan langkah lanjutan untuk meningkatkan tekanan terhadap Iran melalui kebijakan blokade yang lebih ketat.

Kebijakan tersebut difokuskan pada pembatasan aktivitas pelayaran yang menuju maupun keluar dari pelabuhan Iran sebagai bagian dari strategi menekan sektor ekonomi dan ekspor minyak negara tersebut.

Informasi ini mencuat setelah The Wall Street Journal mengutip sejumlah pejabat Amerika Serikat yang mengetahui pembahasan internal di lingkaran pemerintahan.

Dalam beberapa pertemuan terakhir, Trump disebut lebih memilih pendekatan tekanan ekonomi berkelanjutan dibanding opsi militer tambahan ataupun penarikan diri dari konflik yang sedang berlangsung.

Baca Juga: 15 Tewas dan 88 Luka, Jasaraharja Putera Pastikan Santunan dan Perawatan Korban

Menurut para pejabat tersebut, Trump menilai bahwa melanjutkan serangan militer berpotensi memperbesar eskalasi konflik, sementara opsi mundur justru dapat melemahkan posisi strategis Amerika Serikat di kawasan.

Karena itu, blokade dinilai sebagai langkah yang dianggap paling terukur untuk menjaga tekanan tanpa memicu risiko yang lebih luas.

Ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran meningkat sejak serangan bersama yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu.

Serangan tersebut kemudian dibalas oleh Iran dengan menargetkan kepentingan Amerika Serikat di kawasan, termasuk di sejumlah negara Teluk.

Baca Juga: Harry Kane Percaya Diri Jelang Leg Kedua Usai Bayern Kejar Ketertinggalan dari PSG

Situasi yang memanas sempat mereda setelah gencatan senjata diumumkan pada 8 April melalui mediasi Pakistan. Upaya diplomasi kemudian berlanjut dalam pertemuan di Islamabad pada 11 hingga 12 April. Namun, perundingan tersebut berakhir tanpa kesepakatan konkret, sehingga ketegangan tetap berada pada level tinggi.

Dalam perkembangan selanjutnya, Trump menyatakan bahwa gencatan senjata diperpanjang atas permintaan Pakistan sambil menunggu proposal resmi dari pihak Iran.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa jalur diplomasi masih terbuka, meskipun belum menghasilkan titik temu yang jelas.

Pada awal pekan ini, Trump kembali memberikan sinyal keras terkait arah kebijakan Amerika Serikat.

Ia mengindikasikan kemungkinan besar tidak akan menerima proposal terbaru dari Iran untuk mengakhiri konflik. Proposal tersebut mencakup rencana pembukaan kembali Selat Hormuz dengan pembahasan program nuklir ditunda ke tahap negosiasi berikutnya.

Baca Juga: PSG Tumbangkan Bayern 5-4, Semifinal Liga Champions Pecah 9 Gol

Langkah Iran tersebut dinilai sebagai upaya meredakan tekanan ekonomi sekaligus membuka ruang negosiasi yang lebih luas.

Namun, bagi pemerintahan Trump, pendekatan tersebut belum cukup untuk menjamin perubahan signifikan dalam kebijakan nuklir Teheran.

Editor : Bayu Shaputra
#blokade Iran #konflik #Donald Trump