RADARSITUBONDO - Kasus kesehatan serius terjadi di kapal pesiar MV Hondius yang berlayar di Samudra Atlantik dekat Cape Verde pada awal Mei 2026. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi sedikitnya tujuh kasus dugaan hantavirus, dengan tiga orang meninggal dunia dan satu pasien dalam kondisi kritis. Kapal kini dikarantina di perairan terbuka, sementara investigasi internasional dilakukan untuk memastikan sumber dan pola penularan virus tersebut.
Kronologi Kejadian di Kapal MV Hondius
Insiden bermula saat kapal ekspedisi tersebut melakukan perjalanan lintas wilayah dengan membawa penumpang dari berbagai negara. Gejala awal dilaporkan muncul pada pertengahan perjalanan ketika beberapa penumpang mengalami demam dan nyeri otot.
Memasuki akhir April 2026, kondisi sejumlah penumpang memburuk dengan gejala gangguan pernapasan. Beberapa di antaranya kemudian dievakuasi ke fasilitas medis di daratan Afrika Selatan.
Pada awal Mei 2026, WHO mulai menerima laporan adanya dugaan infeksi hantavirus di kapal tersebut. Setelah dilakukan pemeriksaan awal, otoritas kesehatan mengonfirmasi adanya klaster infeksi yang mengarah pada hantavirus, dengan total tujuh kasus teridentifikasi, termasuk tiga kematian.
Respons WHO dan Penanganan Darurat
WHO menyatakan bahwa kasus ini merupakan klaster terbatas dan belum mengindikasikan penyebaran luas di masyarakat. Organisasi tersebut menegaskan risiko global masih rendah, mengingat hantavirus umumnya tidak mudah menular antarmanusia.
Sebagai langkah penanganan, kapal MV Hondius dilarang merapat di pelabuhan Cape Verde dan seluruh penumpang yang tersisa ditempatkan dalam kondisi isolasi. Tim medis internasional juga telah dikerahkan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan dan pelacakan sumber infeksi.
Dugaan Sumber Penularan
Hantavirus diketahui biasanya ditularkan melalui paparan hewan pengerat seperti tikus, melalui urin, feses, atau air liur yang mengering dan terhirup manusia.
Dalam kasus ini, para peneliti menduga infeksi terjadi akibat paparan di salah satu titik perjalanan kapal sebelum gejala muncul. Namun hingga kini, sumber pasti penularan masih dalam tahap investigasi laboratorium.
Kondisi Terkini
- 3 orang dinyatakan meninggal dunia
- 1 pasien dalam kondisi kritis
- 3 lainnya dalam pengawasan medis
- Kapal masih berada di perairan dekat Cape Verde dalam status karantina
WHO bersama otoritas kesehatan internasional masih melakukan analisis lebih lanjut untuk memastikan apakah terdapat faktor lingkungan atau kebersihan kapal yang berkontribusi terhadap kasus ini.
Kasus hantavirus di MV Hondius menjadi salah satu insiden kesehatan menonjol pada 2026. Meski menimbulkan korban jiwa, WHO menegaskan situasi masih terkendali dan belum berkembang menjadi wabah global. Investigasi lanjutan terus dilakukan untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Apa itu Hantavirus?
Hantavirus adalah kelompok virus yang umumnya berasal dari hewan pengerat seperti tikus liar. Virus ini dapat menular ke manusia ketika seseorang menghirup partikel udara yang terkontaminasi urin, feses, atau air liur tikus yang sudah mengering. Dalam kasus tertentu, hantavirus dapat menyebabkan penyakit serius seperti Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang menyerang paru-paru, atau Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang menyerang ginjal.
Gejala awalnya sering menyerupai flu, seperti demam, nyeri otot, dan kelelahan, namun dapat berkembang cepat menjadi kondisi berat seperti sesak napas atau gagal organ jika tidak segera ditangani. Hingga saat ini, sebagian besar jenis hantavirus tidak menular antar manusia secara luas, sehingga penyebarannya cenderung terjadi secara lokal melalui paparan lingkungan yang terkontaminasi.
Editor : Agung Sedana