RADARSITUBONDO - Uni Emirat Arab (UEA) melaporkan bahwa sistem pertahanan udaranya kembali merespons serangan rudal dan drone yang diduga berasal dari wilayah Iran pada Selasa (5/5) waktu setempat. Insiden ini menjadi hari kedua berturut-turut UEA menghadapi ancaman serangan udara, di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk.
UEA Klaim Sistem Pertahanan Aktif
Kementerian Pertahanan UEA menyebut sistem pertahanan udara mereka “secara aktif terlibat dengan ancaman rudal UAV (kendaraan udara tak berawak atau drone)”.
Sementara itu, Presiden UEA Sheikh Mohamed bin Zayed (MBZ) memuji kesiapan militer negaranya dalam menghadapi situasi tersebut. Ia menyampaikan bahwa UEA memiliki kemampuan untuk menghadapi ancaman apa pun.
Dalam pernyataannya, MBZ menegaskan bahwa UEA “mampu, melalui efisiensi militernya dan kohesi masyarakatnya, untuk menangkis setiap agresi dan menghadapi setiap ancaman”.
Iran Bantah Keras Tuduhan Serangan
Iran melalui Komando Pusat Khatam al-Anbiya membantah seluruh tuduhan yang diarahkan kepada mereka. Dalam pernyataannya, Iran menegaskan tidak melakukan serangan apa pun ke wilayah UEA.
“Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran tidak melancarkan operasi rudal atau drone apa pun terhadap Uni Emirat Arab dalam beberapa hari terakhir,” demikian pernyataan resmi mereka.
Iran juga menambahkan bahwa laporan UEA adalah “tidak berdasar”. Namun, mereka memperingatkan bahwa setiap serangan yang berasal dari UEA akan dibalas dengan “respons tegas”.
Serangan Sebelumnya dan Dampaknya
Sebelumnya pada Senin (4/5), UEA mengklaim berhasil mencegat 15 rudal yang terdiri dari 12 rudal balistik dan 3 rudal jelajah, serta 4 drone.
Serangan tersebut disebut menyebabkan korban luka. “Tiga orang mengalami luka-luka sedang,” ungkap laporan yang dikutip dari otoritas setempat.
Pada hari yang sama, UEA juga mengecam serangan drone terhadap kapal tanker milik ADNOC di Selat Hormuz. Kapal MV Barakah dilaporkan terkena dua drone saat berada di lepas pantai Oman.
ADNOC menyebutkan bahwa “tidak ada korban luka yang dilaporkan” dan kapal tersebut “tidak membawa muatan kargo apa pun saat diserang”.
Ketegangan di Kawasan Teluk Meningkat
Rangkaian insiden ini memperburuk situasi keamanan di kawasan Teluk, terutama di jalur strategis Selat Hormuz yang menjadi rute penting distribusi minyak dunia. Kondisi ini membuat perhatian internasional kembali tertuju pada potensi eskalasi konflik.
Hingga saat ini, UEA dan Iran masih saling membantah terkait sumber serangan. Namun, dengan meningkatnya insiden dalam beberapa hari terakhir, situasi di kawasan Teluk dinilai masih sangat rentan terhadap ketegangan lanjutan.
Editor : Agung Sedana