Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Trump Ultimatum Uni Eropa hingga 4 Juli, Tarif Impor AS Terancam Naik Tajam

Bayu Shaputra • Jumat, 8 Mei 2026 | 09:01 WIB
Presiden Donald Trump.
Presiden Donald Trump.

 

RADARSITUBONDO.ID - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan ultimatum kepada Uni Eropa terkait kelanjutan kesepakatan dagang antara kedua pihak.

Trump menegaskan Washington akan menaikkan tarif impor terhadap produk-produk asal Eropa apabila blok tersebut tidak memenuhi komitmennya sebelum 4 Juli mendatang.

Pernyataan itu disampaikan Trump pada Kamis (7/5) melalui unggahan di platform Truth Social. Dalam pernyataannya, Trump mengaku baru saja melakukan pembicaraan yang disebutnya berlangsung sangat baik dengan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen.

Baca Juga: Kakek 69 Tahun Tewas Ditabrak Misterius di Panarukan, Pelaku Kabur!

Trump mengatakan dirinya selama ini masih menunggu langkah konkret Uni Eropa dalam menjalankan isi kesepakatan dagang yang sebelumnya dicapai di Turnberry, Skotlandia. Menurut dia, kesepakatan tersebut merupakan salah satu perjanjian perdagangan terbesar yang pernah disepakati kedua pihak.

“Saya telah menunggu dengan sabar agar Uni Eropa memenuhi bagian mereka dalam Kesepakatan perdagangan bersejarah yang kita sepakati di Turnberry, Skotlandia. Kesepakatan dagang terbesar yang pernah ada!” tulis Trump.

Dia menegaskan bahwa Uni Eropa sebelumnya telah berjanji untuk memangkas tarif menjadi nol persen sesuai isi perjanjian yang telah dibahas bersama Amerika Serikat.

“Janji telah dibuat bahwa Uni Eropa akan memenuhi bagian mereka dalam kesepakatan itu dan, sesuai perjanjian, memangkas tarif mereka menjadi NOL!,” lanjutnya.

Baca Juga: Arena Sabung Ayam Digrebek Polisi, 16 Kali Tembakan Pecah di Mangaran!

Trump kemudian memberi batas waktu tambahan hingga 4 Juli, yang bertepatan dengan peringatan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat.

Jika hingga tenggat tersebut tidak ada perkembangan yang sesuai harapan Washington, tarif impor terhadap produk Uni Eropa disebut akan langsung dinaikkan secara signifikan.

“Saya setuju untuk memberinya waktu hingga ulang tahun ke-250 negara kami atau, sayangnya, tarif mereka akan langsung melonjak ke tingkat yang jauh lebih tinggi,” tegas Trump.

Selain membahas hubungan perdagangan, Trump menyebut pembicaraan dengan Ursula von der Leyen juga menyinggung sejumlah isu internasional lain, termasuk perkembangan Iran. Namun, dia tidak menyinggung secara spesifik mengenai konflik Ukraina dalam pernyataannya.

Baca Juga: 171 Jemaah Lansia Situbondo Dapat Layanan Khusus Saat Berangkat Haji

Pernyataan terbaru Trump muncul di tengah proses negosiasi perdagangan antara Amerika Serikat dan Uni Eropa yang masih berlangsung.

Sebelumnya pada hari yang sama, Ketua Komite Perdagangan Internasional Parlemen Eropa Bernd Lange mengatakan bahwa kedua pihak diperkirakan dapat menyelesaikan kesepakatan perdagangan bilateral dalam dua pekan ke depan.

Hubungan dagang antara Washington dan Brussel dalam beberapa bulan terakhir memang diwarnai ketegangan.

Pada akhir Januari lalu, Parlemen Eropa sempat membekukan proses ratifikasi perjanjian perdagangan dengan Amerika Serikat setelah Trump mengancam akan mengenakan tarif kepada negara-negara Eropa yang tidak sejalan dengan sikapnya terkait Greenland.

Baca Juga: TNI dan Pemkab Situbondo Kompak Percepat 74 Kopdes Merah Putih

Ketegangan kembali meningkat setelah Trump pada 1 Mei mengumumkan rencana penerapan tarif sebesar 25 persen terhadap mobil dan truk yang diimpor dari Uni Eropa. Kebijakan itu diambil dengan alasan bahwa blok Eropa dinilai belum memenuhi komitmen perdagangan terhadap Amerika Serikat.

Rencana kenaikan tarif tersebut memicu perhatian pelaku industri otomotif dan pasar global karena Uni Eropa merupakan salah satu mitra dagang terbesar Amerika Serikat.

Jika kebijakan itu benar-benar diterapkan, dampaknya diperkirakan akan memengaruhi arus perdagangan kendaraan serta hubungan ekonomi kedua kawasan.

Di sisi lain, Uni Eropa masih berupaya menjaga jalur negosiasi tetap terbuka guna menghindari eskalasi perang dagang baru dengan Amerika Serikat. Negosiasi dalam dua pekan mendatang dipandang menjadi penentu arah hubungan perdagangan transatlantik sebelum tenggat 4 Juli yang ditetapkan Trump.

Editor : Bayu Shaputra
#Uni Eropa #Kesepakatan dagang #Donald Trump