RADARSITUBONDO.ID - Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah Presiden AS Donald Trump melontarkan ancaman keras kepada Teheran terkait kesepakatan yang tengah dibahas kedua negara.
Trump menegaskan bahwa Iran harus segera menyetujui perjanjian tersebut atau menghadapi serangan baru dengan intensitas lebih besar.
Pernyataan itu disampaikan Trump melalui akun Truth Social miliknya. Dalam unggahan tersebut, Trump memperingatkan Iran agar tidak menunda proses kesepakatan yang sedang dinegosiasikan.
"Kita akan menjatuhkan mereka dengan cara yang jauh lebih keras dan lebih brutal di masa depan, jika mereka tidak segera menandatangani kesepakatan itu!" kata Trump.
Baca Juga: Kakek 69 Tahun Tewas Ditabrak Misterius di Panarukan, Pelaku Kabur!
Ucapan tersebut memperlihatkan sikap Washington yang kembali meningkatkan tekanan terhadap Teheran di tengah situasi kawasan Timur Tengah yang belum stabil. Ancaman itu muncul setelah hubungan kedua negara kembali memanas dalam beberapa pekan terakhir.
Sebelumnya, pada 28 Februari, Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di wilayah Iran. Operasi tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan di beberapa lokasi serta menimbulkan korban jiwa dari kalangan warga sipil.
Serangan tersebut memicu respons keras dari Iran dan meningkatkan kekhawatiran dunia internasional terhadap potensi meluasnya konflik di kawasan. Sejumlah pihak sempat mendorong kedua negara untuk menahan diri guna mencegah eskalasi yang lebih besar.
Baca Juga: Arena Sabung Ayam Digrebek Polisi, 16 Kali Tembakan Pecah di Mangaran!
Di tengah meningkatnya ketegangan, Washington dan Teheran kemudian mengumumkan penghentian sementara permusuhan selama dua pekan pada 7 April.
Langkah itu dipandang sebagai upaya membuka ruang diplomasi sekaligus meredakan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah.
Namun, perundingan yang digelar di Islamabad belum menghasilkan titik temu. Pembahasan antara kedua pihak berakhir tanpa kesepakatan konkret, meski jalur komunikasi tetap dibuka.
Setelah proses negosiasi tersebut belum membuahkan hasil, Trump memutuskan memperpanjang penghentian operasi militer untuk memberi kesempatan kepada Iran menyampaikan apa yang disebut sebagai "proposal terpadu."
Pemerintah AS disebut masih menunggu langkah lanjutan dari Teheran terkait format kesepakatan yang diinginkan.
Baca Juga: 171 Jemaah Lansia Situbondo Dapat Layanan Khusus Saat Berangkat Haji
Di sisi lain, Trump juga mengumumkan langkah baru terkait keamanan jalur pelayaran internasional. Pada Minggu malam, ia memperkenalkan Proyek Freedom yang ditujukan untuk membantu kapal-kapal yang terhambat di Selat Hormuz agar dapat meninggalkan wilayah tersebut dengan aman.
Selat Hormuz menjadi salah satu jalur perdagangan energi paling penting di dunia. Situasi keamanan di kawasan itu terus menjadi perhatian karena meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat berpotensi mengganggu distribusi minyak global.
Meski sempat mengumumkan proyek tersebut, Trump pada Selasa menyatakan bahwa operasi itu untuk sementara dihentikan. Keputusan tersebut diambil guna melihat kemungkinan tercapainya kesepakatan damai dengan Iran dalam waktu dekat.
Editor : Bayu Shaputra