Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Parlemen Iran Tegaskan Tak Ada Uranium Dipindahkan ke AS

Bayu Shaputra • Jumat, 8 Mei 2026 | 15:00 WIB
Iran memperingati Amerika Serikat mengenai kegiatan militer di kawasan Karibia.
Iran memperingati Amerika Serikat mengenai kegiatan militer di kawasan Karibia.

 

RADARSITUBONDO.ID - Anggota Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Behnam Saeedi, menegaskan bahwa tidak ada uranium yang dipindahkan keluar dari negaranya.

Pernyataan itu disampaikan sebagai respons atas klaim Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menyebut pemindahan uranium Iran ke Amerika Serikat menjadi salah satu syarat dalam kesepakatan kedua negara.

Saeedi menyebut tuduhan tersebut tidak berdasar dan hanya menjadi bagian dari tekanan politik Washington terhadap Teheran. Dia menegaskan seluruh cadangan uranium Iran tetap berada di dalam negeri.

“Pernyataan Trump tentang penghapusan 400 kilogram uranium dari Iran adalah gertakan politik dan kebohongan murni. Tidak ada uranium yang dikeluarkan dari negara ini,” ujar Saeedi dikutip media Iran, ISNA, Kamis (7/5).

Baca Juga: Pelatih Irak Sebut Indonesia Dirugikan di Playoff Kualifikasi Piala Dunia 2026

Sebelumnya, Trump menyatakan bahwa proses pemindahan uranium Iran ke Amerika Serikat diperlukan sebagai bagian dari upaya mencapai kesepakatan baru terkait program nuklir Teheran. Dalam pernyataannya, Trump juga menolak kemungkinan Iran melakukan pengayaan uranium hingga level 3,67 persen.

Pernyataan tersebut kembali memicu ketegangan antara kedua negara yang dalam beberapa bulan terakhir terus mengalami eskalasi. Situasi semakin memanas sejak 28 Februari ketika Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran.

Serangan itu dilaporkan menyebabkan kerusakan di beberapa wilayah serta menimbulkan korban sipil. Ketegangan militer kemudian mendorong upaya diplomasi untuk meredakan konflik yang berpotensi meluas di kawasan Timur Tengah.

Baca Juga: Pelatih Irak Sebut Indonesia Dirugikan di Playoff Kualifikasi Piala Dunia 2026

Pada 7 April, Washington dan Teheran sempat mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan. Kesepakatan penghentian sementara serangan tersebut diharapkan menjadi jalan pembuka bagi perundingan lanjutan terkait konflik dan isu program nuklir Iran.

Namun, pembicaraan yang digelar di Islamabad berakhir tanpa menghasilkan kesepakatan baru. Negosiasi belum menemukan titik temu, terutama terkait pengayaan uranium dan tuntutan Amerika Serikat terhadap Iran.

Setelah perundingan menemui jalan buntu, Trump memutuskan memperpanjang penghentian serangan.

Langkah itu dilakukan untuk memberi waktu kepada Iran menyusun apa yang disebut sebagai “proposal terpadu” guna melanjutkan proses negosiasi antara kedua negara.

Editor : Bayu Shaputra
#uranium #iran #Donald Trump