Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Di KTT ASEAN 2026, Prabowo Ajak Negara Asia Tenggara Utamakan Dialog Damai

Bayu Shaputra • Sabtu, 9 Mei 2026 | 10:33 WIB
Presiden Prabowo dalam KTT ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina, pada Kamis (7/5). (Istimewa)
Presiden Prabowo dalam KTT ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina, pada Kamis (7/5). (Istimewa)

 

RADARSITUBONDO.ID - Presiden Prabowo Subianto menghadiri sesi Retreat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN yang digelar di Shangri-La Mactan, Cebu, Filipina, Jumat (8/5/2026).

Forum tersebut menjadi momentum penting bagi para pemimpin negara Asia Tenggara untuk membahas berbagai tantangan global dan kawasan yang terus berkembang di tengah situasi dunia yang belum stabil.

Dalam pertemuan tersebut, para kepala negara dan kepala pemerintahan ASEAN membahas upaya memperkuat kerja sama kawasan, termasuk menjaga stabilitas politik, perdamaian, dan pertumbuhan ekonomi di Asia Tenggara.

Retreat KTT ASEAN juga menjadi ruang diskusi strategis untuk memperkuat soliditas antarnegara anggota menghadapi tekanan global yang berdampak langsung terhadap kawasan.

Baca Juga: Welber Jardim Gabung Timnas Indonesia U-19 pada 17 Mei, Nova Arianto Fokus Persiapan ASEAN U-19 2026

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa Presiden Prabowo bersama para pemimpin ASEAN memiliki komitmen yang sama untuk menjaga kawasan tetap kondusif di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

Menurut dia, suasana pertemuan berlangsung hangat dengan semangat kebersamaan yang kuat antarnegara anggota.

“Dalam suasana hangat dan penuh semangat kebersamaan, Presiden Prabowo bersama para pemimpin ASEAN membahas berbagai tantangan global yang berdampak langsung pada kawasan, sekaligus memperkuat komitmen menjaga stabilitas, perdamaian, dan pertumbuhan ekonomi Asia Tenggara,” ujar Teddy.

Dalam forum tersebut, Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya pendekatan dialog dan komunikasi konstruktif dalam menyelesaikan berbagai persoalan di kawasan.

Kepala negara mengajak seluruh anggota ASEAN untuk terus mengedepankan penyelesaian damai demi menjaga harmoni regional dan memperkuat persatuan Asia Tenggara.

Teddy mengatakan, Presiden Prabowo memandang dialog menjadi kunci penting dalam menjaga stabilitas kawasan.

Karena itu, Indonesia mendorong agar ASEAN tetap mengutamakan jalur diplomasi dan komunikasi dalam menghadapi berbagai dinamika geopolitik yang berkembang.

“Presiden Prabowo juga mengajak seluruh negara ASEAN untuk terus mengedepankan dialog dan penyelesaian damai dalam menghadapi berbagai persoalan kawasan,” ungkap Teddy.

Baca Juga: Petani Situbondo Pakai Limbah Dapur Jadi Pupuk, Hasil Padi Disebut Naik Drastis

Selain membahas situasi global, Presiden Prabowo turut menyoroti sejumlah isu kawasan yang memerlukan perhatian bersama negara-negara ASEAN. Di antaranya perkembangan situasi di Myanmar serta hubungan antara Thailand dan Kamboja yang dinilai perlu terus dijaga melalui pendekatan damai dan kerja sama regional.

Menurut Teddy, Presiden Prabowo menilai semangat persaudaraan dan komunikasi konstruktif harus menjadi fondasi utama ASEAN dalam menjaga stabilitas kawasan. Indonesia juga mendukung langkah-langkah perundingan damai untuk mencegah eskalasi konflik yang dapat memengaruhi keamanan dan pertumbuhan ekonomi Asia Tenggara.

“Presiden Prabowo menekankan pentingnya semangat persaudaraan dan komunikasi yang konstruktif, termasuk mendorong perundingan damai antara Thailand dan Kamboja, serta situasi di Myanmar demi menjaga stabilitas dan harmoni di kawasan Asia Tenggara,” kata Teddy.

Baca Juga: Modus Kasih Rokok Berujung Bawa Kabur PCX Rp41 Juta, Wajah Pelaku Sempat Difoto Korban

Kehadiran Presiden Prabowo dalam KTT ASEAN ke-48 sekaligus menegaskan posisi aktif Indonesia dalam memperkuat persatuan kawasan. Pemerintah Indonesia terus mendorong ASEAN agar tetap menjadi pusat stabilitas dan perdamaian dunia di tengah meningkatnya tantangan geopolitik dan ekonomi global.

Indonesia juga menilai soliditas ASEAN menjadi faktor penting dalam menjaga ketahanan kawasan menghadapi berbagai tekanan eksternal.

Karena itu, kerja sama antarnegara anggota dinilai perlu terus diperkuat agar ASEAN tetap relevan dan mampu menjadi jangkar stabilitas regional maupun global.

“Kehadiran Indonesia dalam KTT ASEAN ke-48 kembali menegaskan komitmen aktif Indonesia untuk menjadi bagian dari solusi, memperkuat persatuan kawasan, serta menjaga ASEAN tetap solid sebagai jangkar perdamaian dan stabilitas dunia,” ujar Teddy.

Editor : Bayu Shaputra
#KTT ASEAN 2026 #Presiden Prabowo