RADARSITUBONDO.ID - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan Rusia dan Ukraina sepakat melaksanakan gencatan senjata selama tiga hari disertai pertukaran tahanan dalam jumlah besar di tengah upaya diplomasi yang terus berlangsung untuk menghentikan perang berkepanjangan antara kedua negara.
Melalui unggahan di platform Truth Social pada Jumat, Trump menyebut gencatan senjata akan berlangsung pada 9 hingga 11 Mei 2026. Kesepakatan itu juga mencakup penghentian seluruh aktivitas militer selama periode tersebut.
"Saya dengan senang hati mengumumkan akan ada gencatan senjata selama tiga hari (9, 10, dan 11 Mei) dalam perang antara Rusia dan Ukraina," tulis Trump.
Baca Juga: PSS Sleman vs Garudayaksa FC di Final Liga 2 2025/2026, Adu Gengsi Perebutan Gelar Juara
Ia mengatakan kesepakatan tersebut juga memuat pertukaran 1.000 tahanan dari masing-masing pihak secara timbal balik. Menurut Trump, langkah itu menjadi bagian penting dalam membuka jalan menuju penyelesaian konflik yang telah berlangsung lebih dari dua tahun.
"Permintaan itu saya sampaikan langsung, dan saya sangat menghargai persetujuan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy," katanya.
Baca Juga: Kemenkes Perketat Pemantauan di Bandara dan Pelabuhan Usai Kasus Hantavirus Andes di MV Hondius
Trump menilai perkembangan terbaru tersebut dapat menjadi momentum awal menuju berakhirnya perang yang selama ini menimbulkan korban besar serta ketidakstabilan geopolitik global. Ia menyebut proses negosiasi masih terus berjalan dan menunjukkan kemajuan.
"Pembicaraan terus berlanjut untuk mengakhiri konflik besar ini, yang terbesar sejak Perang Dunia II, dan kita semakin dekat menuju tujuan itu setiap hari," ujarnya.
Sebelum meninggalkan Gedung Putih, Trump juga menyampaikan dirinya terbuka terhadap kemungkinan gencatan senjata permanen antara Rusia dan Ukraina. Ia bahkan mengaku siap mengirim tim diplomatik ke Rusia apabila langkah tersebut dinilai dapat mempercepat tercapainya perdamaian.
"Saya ingin perang itu berakhir," kata Trump. "Saya telah menyelesaikan delapan perang, bahkan sembilan, dan sekarang tampaknya kita bisa menyelesaikan yang ke-10."
Pernyataan Trump muncul setelah utusan khusus Amerika Serikat Steve Witkoff bersama Jared Kushner bertemu kepala perunding Ukraina Rustem Umerov di Miami. Pertemuan itu membahas peningkatan proses diplomasi dan koordinasi langkah politik menuju perdamaian.
Upaya tersebut dilakukan di tengah proses negosiasi yang dinilai mulai melambat dalam beberapa pekan terakhir. Situasi geopolitik global yang turut dipengaruhi meningkatnya perhatian internasional terhadap ketegangan antara AS-Israel dan Iran disebut ikut memengaruhi fokus diplomatik sejumlah negara.
Baca Juga: Bernardo Tavares Minta Persebaya Fokus Penuh Hadapi Persis Solo yang Terancam Degradasi
Di sisi lain, kondisi di lapangan masih menunjukkan ketegangan. Rusia dan Ukraina sebelumnya saling menuding melakukan pelanggaran terhadap gencatan senjata dua hari yang diumumkan Rusia bertepatan dengan peringatan Hari Kemenangan pada 9 Mei.
Editor : Bayu Shaputra