Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

AS dan Iran Berpeluang Lanjutkan Perundingan di Islamabad Pekan Depan

Bayu Shaputra • Sabtu, 9 Mei 2026 | 17:27 WIB
Seorang petugas polisi berjalan melewati papan iklan mengenai negosiasi Amerika Serikat dan Iran, di luar pusat fasilitasi media di Islamabad, Pakistan, Sabtu, 11 April 2026.  (Jawapos)
Seorang petugas polisi berjalan melewati papan iklan mengenai negosiasi Amerika Serikat dan Iran, di luar pusat fasilitasi media di Islamabad, Pakistan, Sabtu, 11 April 2026. (Jawapos)

 

RADARSITUBONDO.ID - Perundingan antara Amerika Serikat dan Iran dilaporkan berpotensi kembali digelar di Islamabad, Pakistan, paling cepat pada pekan depan.

Upaya tersebut dilakukan di tengah meningkatnya dorongan internasional untuk menjaga stabilitas kawasan setelah konflik militer kedua negara memicu gangguan serius terhadap jalur perdagangan energi dunia.

Laporan yang dimuat Wall Street Journal pada Jumat (9/5) menyebutkan bahwa kedua negara bersama mediator tengah membahas rancangan nota kesepahaman yang akan menjadi dasar negosiasi lanjutan.

Dokumen setebal satu halaman itu disebut memuat 14 poin utama yang dirancang sebagai kerangka perundingan selama satu bulan ke depan guna membuka jalan menuju penghentian konflik.

Baca Juga: PSS Sleman vs Garudayaksa FC di Final Liga 2 2025/2026, Adu Gengsi Perebutan Gelar Juara

Dalam rancangan tersebut, sejumlah isu strategis menjadi fokus pembahasan. Selain menyangkut program nuklir Iran, negosiasi juga akan menyoroti upaya meredakan ketegangan di Selat Hormuz yang selama beberapa bulan terakhir menjadi titik rawan gangguan pelayaran internasional.

Tidak hanya itu, kemungkinan pemindahan cadangan uranium diperkaya milik Iran ke negara lain juga masuk dalam agenda pembicaraan.

Meski demikian, sejumlah persoalan utama masih belum menemukan titik temu. Salah satu isu yang dinilai paling sensitif adalah terkait pengurangan sanksi terhadap Iran. Perbedaan pandangan mengenai sejauh mana pelonggaran sanksi dapat diberikan disebut masih menjadi hambatan besar dalam proses negosiasi.

Baca Juga: Kemenkes Perketat Pemantauan di Bandara dan Pelabuhan Usai Kasus Hantavirus Andes di MV Hondius

Laporan tersebut menyebutkan, apabila tahap awal perundingan selama satu bulan mampu menunjukkan perkembangan positif, maka masa negosiasi dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan bersama antara pihak-pihak yang terlibat.

Ketegangan di kawasan Timur Tengah meningkat tajam setelah Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan ke Iran pada 28 Februari lalu. Serangan itu kemudian dibalas oleh Iran, sehingga memicu eskalasi konflik yang berdampak luas terhadap keamanan kawasan.

Konflik tersebut turut mengganggu aktivitas pelayaran di Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi salah satu titik utama distribusi minyak dan gas dunia. Situasi itu memunculkan kekhawatiran pasar global terhadap potensi terganggunya rantai pasok energi internasional.

Upaya meredakan konflik sempat dilakukan melalui mediasi Pakistan. Pada 8 April lalu, kedua pihak menyepakati gencatan senjata. Namun, perundingan damai tahap pertama yang berlangsung di Islamabad pada 11 April belum berhasil menghasilkan kesepakatan jangka panjang.

Baca Juga: Petani Situbondo Pakai Limbah Dapur Jadi Pupuk, Hasil Padi Disebut Naik Drastis

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kemudian memutuskan memperpanjang gencatan senjata tanpa batas waktu yang ditentukan.

Meski demikian, ketegangan belum sepenuhnya mereda. Sejak 13 April, Amerika Serikat dilaporkan mulai memblokade lalu lintas maritim Iran di kawasan perairan strategis tersebut.

Editor : Bayu Shaputra
#Islamabad Talk #as #iran #pakistan