Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Iran Tegaskan Tak Cari Konsesi dari AS, Tuntut Sanksi Dicabut dan Aset Dibebaskan

Bayu Shaputra • Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:02 WIB
Iran membantah tuduhan rencana pembunuhan Duta Besar Israel untuk Meksiko.
Iran.

 

RADARSITUBONDO.ID - Pemerintah Iran menegaskan tidak mencari konsesi apa pun dari Amerika Serikat di tengah meningkatnya ketegangan kedua negara.

Teheran menyatakan fokus utama mereka adalah pemulihan hak-hak negara serta pencabutan sanksi ekonomi yang selama ini diberlakukan Washington terhadap Iran.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan negaranya tidak meminta perlakuan khusus maupun kompromi politik dari Amerika Serikat. Menurut dia, Iran hanya menginginkan hak-haknya dipenuhi sesuai ketentuan internasional.

“Kami tidak menginginkan konsesi apa pun dari Amerika Serikat, kami hanya menuntut hak-hak kami,” ujar Baghaei.

Ia menegaskan Iran juga meminta penghentian berbagai tindakan yang disebut merugikan rakyat Iran selama bertahun-tahun. Salah satu tuntutan utama Teheran adalah pencabutan sanksi ekonomi yang dinilai telah memberikan tekanan besar terhadap kondisi domestik negara tersebut.

Baca Juga: Pemilik Lahan Bunga Melati Omzetnya Bisa Puluhan Juta

Baghaei menyebut aset-aset Iran yang selama ini dibekukan di luar negeri harus segera dibebaskan agar dapat digunakan kembali oleh pemerintah.

Menurutnya, kebijakan pembatasan ekonomi yang dilakukan Amerika Serikat telah berlangsung selama puluhan tahun dan berdampak luas terhadap masyarakat Iran.

“Sanksi harus dicabut, aset Iran yang dibekukan harus dibebaskan dan tersedia bagi negara,” katanya.

Ia menambahkan bahwa Iran telah menghadapi tekanan ekonomi berat selama hampir lima dekade terakhir.

Baghaei menyinggung istilah “sanksi yang melumpuhkan” yang selama ini digunakan pihak Amerika Serikat dalam menggambarkan kebijakan mereka terhadap Iran.

Menurut pemerintah Iran, sebagian besar sanksi tersebut dijustifikasi Washington dengan alasan ancaman program nuklir Teheran.

Namun Iran kembali menolak tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa program yang dijalankan tidak ditujukan untuk mengancam negara lain.

“Tidak ada ancaman nuklir dari Iran terhadap pihak mana pun di kawasan maupun dunia,” ujar Baghaei.

Selain membahas isu sanksi, pemerintah Iran juga menyoroti situasi di Selat Hormuz yang hingga kini masih menjadi salah satu titik ketegangan utama di kawasan Teluk.

Iran mengkritik langkah Amerika Serikat yang tetap mempertahankan blokade terhadap jalur pelayaran menuju dan dari pelabuhan Iran.

Baca Juga: Komisi III Minta DLH Dampingi Pengolahan IPAL Pabrik Kosmetik IBR

Baghaei menilai tindakan tersebut bertentangan dengan hukum internasional karena menghambat aktivitas pelayaran di jalur strategis dunia. Ia meminta Washington segera mengambil langkah untuk mengakhiri blokade laut yang dinilai memperburuk situasi kawasan.

Ketegangan di kawasan Timur Tengah meningkat sejak Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada Februari lalu. Operasi tersebut kemudian dibalas Teheran melalui serangan ke wilayah Israel serta sejumlah sekutu Amerika Serikat di kawasan Teluk.

Konflik itu juga sempat memicu penutupan Selat Hormuz yang merupakan salah satu jalur distribusi energi paling penting di dunia.

Situasi tersebut membuat keamanan kawasan menjadi sorotan internasional karena berdampak langsung terhadap stabilitas perdagangan global dan distribusi minyak dunia.

Upaya meredakan konflik sempat dilakukan melalui mediasi Pakistan. Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April, namun pembicaraan lanjutan di Islamabad belum menghasilkan kesepakatan permanen antara pihak-pihak yang terlibat.

Di tengah kondisi tersebut, Presiden Donald Trump memutuskan memperpanjang gencatan senjata tanpa batas waktu.

Meski demikian, pemerintah Amerika Serikat tetap mempertahankan blokade terhadap kapal-kapal yang melintasi jalur menuju pelabuhan Iran melalui Selat Hormuz.

Editor : Bayu Shaputra
#iran #Teheran #Selat Hormuz #Amerika Serikat